Astra Otoparts Ekspansi Bisnis Ke Inggris

Perluas Distribusi Penjualan

Senin, 09/09/2013

NERACA

Jakarta- Anak usaha PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), Akebono Brake Astra Indonesia (AAIJ) memperluas distribusinya dengan menjual komponen otomotif ke Inggris. Pada tahap awal, Akebono Brake Astra Indonesia akan mengekspor caliper assy ke perusahaan Nissan Motor Manufacturing (UK) Ltd. “Untuk ekspor tahap pertama, AAIJ mengirimkan 18 ribu unit caliper assy CMF1 untuk Nissan UK.” kata Direktur PT Astra Otoparts Tbk, Robby Sani di Jakarta akhir pekan kemarin.

Setelah pengiriman tahap awal tersebut, menurut dia, Akebono Brake Astra Indonesia akan mengirimkan 20 ribu unit per bulan untuk Nissan UK. Dengan demikian, total ekspor yang akan dikirim untuk tiga tipe caliper assy pada Nissan UK dan Renault Perancis sebanyak 720 ribu unit setiap bulannya. Dengan pengiriman ekspor ini, sambung dia, menunjukan bahwa perseroan maupun anak perusahaannya tidak hanya diterima di pasar domestik, namun juga pasar global.

Untuk mengembangkan bisnisnya di bidang komponen otomotif, belum lama ini perseroan menggandeng perusahaan asal Jepang, MetalArt Corporation untuk membentuk perusahaan patungan. Perusahaan patungan ini nantinya akan memproduksi forging parts yang ditujukan untuk pasar Original Equipment for Manufacturer (OEM) kendaraan roda empat, seperti crankshaft, gears, dan connecting rod.

Rencananya, pabrik baru dari perusahaan ini terletak di atas lahan seluas 3,2 hektar di Karawang International Industrial City, Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Pabrik baru tersebut diperkirakan akan memulai produksi massal pada Juli 2014 dengan perkiraan kapasitas produksi sekitar 60 ribu unit pada 2014 dan dapat mencapai hingga 8,7 juta unit pada 2017.

Penandatanganan kerja sama untuk membentuk perusahaan patungan dilakukan kedua perusahaan pada 2 September 2013. Total investasi yang dikeluarkan untuk kerja sama ini mencapai US$45,3 juta. Dalam perusahaan patungan yang baru dibentuk ini MetalArt sebagai mayoritas dengan saham sejumlah 70% dan sisanya 30% dikuasai oleh Astra Otoparts.

Tercatat, hingga semester pertama 2013 perseroan mencatatkan pendapatan bersih Rp94,27 triliun, atau turun 1,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp95,91 triliun. Sementara laba periode berjalan yang dicatatkan perseroan turun 10,9%, atau menjadi Rp10,12 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp11,36 triliun.

Demikian juga dengan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp8,81 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp9,22 triliun. Laba bruto perseroan turun menjadi Rp16,56 triliun hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp17,91 triliun. Adapun beban pokok pendapatan perseroan turun menjadi Rp77,71 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp78 triliun.“Meningkatnya kompetisi pada pasar mobil, kenaikan biaya tenaga kerja, dan menurunnya harga komoditas diperkirakan masih akan mempengaruhi kinerja usaha pada semester kedua tahun ini,” kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto.

(lia)