Awal Pekan Ini, IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

Senin, 09/09/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) balik arah berada di zona hijau. Aksi beli selektif di saham-saham unggulan yang mendorong indeks menguat. Menutup perdagangan, IHSG ditutup menguat 21,490 poin (0,53%) ke level 4.072,354. Sementara Indeks LQ45 naik 6,480 poin (0,97%) ke level 676,059.

Kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, aksi beli pelaku pasar yang memanfaatkan reboundnya indeks memicu IHSG ditutup menguat, “Indeks BEI pada akhir pekan ini bergerak cukup berfluktuasi, menjelang penutupan perdagangan saham di sesi II, IHSG kembali menguat," ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, pelaku pasar mengambil posisi beli setelah indeks BEI terkoreksi, Pelaku pasar pun kembali memanfaatkan 'rebound'-nya IHSG untuk kembali masuk pasar. Apalagi, kondisi pasar saham di kawasan regional juga cukup positif.

Akan tetapi, lanjut dia, pelaku pasar di dalam negeri masih khawatir terhadap pengurangan (tapering) stimulus keuangan The Fed sehingga penguatan indeks BEI tertahan."Beberapa pelaku pasar mengambil posisi menunggu terhadap keputusan final the Fed terkait 'tapering', rencananya pada pertengahan bulan ini, " katanya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak kembali menguat seiring dengan berlanjutnya aksi beli. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, investor asing mash terus melakukan aksi jual dan tercatat transaksi investor asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 165,55 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 117.011 kali pada volume 3,949 miliar lembar saham senilai Rp 4,726 triliun. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 118 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Bursa-bursa regional rata-rata menguat, hanya bursa Jepang yang anjlok. Positifnya data ekonomi China mendorong aksi beli investor regional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 37.250, Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 31.900, Indocement (INTP) naik Rp 800 ke Rp 19.500, dan Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 500 ke Rp 3.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 700 ke Rp 10.300, Nipress (NIPS) turun Rp 650 ke Rp 8.000, Samudra Indonesia (SMDR) turun Rp 525 ke Rp 3.000, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 64.950.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 16,763 poin (0,41%) ke level 4.034,101. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,352 poin (0,35%) ke level 667,227. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual investor. Enam dan sepuluh sektor industri di lantai bursa pun terjengkal jadi negatif.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 57.820 kali pada volume 1,777 miliar lembar saham senilai Rp 1,93 triliun. Sebanyak 72 saham naik, sisanya 126 saham turun, dan 91 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa di Asia masih sama seperti pagi di awal, mixed dengan kecenderungan menguat. Bursa saham Jepang menemani BEI di zona merah dengan koreksi cukup dalam.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 31.500, Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 500 ke Rp 3.550, Sepatu Bata (BATA) naik Rp 330 ke Rp 1.650, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 31.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 750 ke Rp 10.250, Nipress (NIPS) turun Rp 600 ke Rp 8.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 600 ke Rp 64.800, dan Samudra Indonesia (SMDR) turun Rp 525 ke Rp 3.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI sebaliknya dibuka naik 7,59 poin atau 0,19% ke posisi 4.058,46. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,93 poin (0,29%) ke level 671,51. Secara teknikal beberapa saham memasuki area jenuh jual (oversold), namun minimnya sentimen positif membuat IHSG cenderung bergerak mendatar.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, ketidakpastian global sekitar masalah pengurangan (tapering) stimulus keuangan the Fed dan invasi AS ke Suriah menyebabkan IHSG BEI kembali bergerak dalam kondisi mendatar di kisaran 4.060-4.125 poin."Pelaku pasar disarankan untuk mengamati ke dua level itu untuk pergerakan arah selanjutnya,”tuturnya.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan yakni Jasa marga (JSMR), Media Nusantara (MNCN), Medco Energy (MEDC), Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 20,88 poin (0,09%) ke level 22.618,85, indeks Nikkei-225 turun 141,44 poin (1,02%) ke level 13.921,56, dan Straits Times memguat 5,78 poin (0,19%) ke posisi 3.045,26. (bani)