Peningkatan Daya Saing Dorong Investasi

Asahimas Chemical Perluas Pabrik di Cilegon

Senin, 09/09/2013

NERACA

Jakarta - Berdasarkan laporan survey World Economic Forum (WEF) 2013-2014, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan saya saing terbaik dan berhasil naik 12 peringkat menjadi posisi ke-38 yang sebelumnya menempati peringkat 50 dunia dari total 148 negara. WEF juga menilai Indonesia berhasil memperbaiki sektor infrastruktur yang naik 17 tingkat ke posisi 61 dunia yang awalnya di peringkat 78 dunia. Hal tersebut menunjukkan pemerintah mampu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap positif sehingga dapat meningkatkan investasi di dalam negeri.

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian pekan lalu menerima Presiden Direktur dan Direktur PT Asahimas Chemical di kantornya. Dirjen BIM Benny Wachjudi mengungkapkan Asahimas akan menambah investasinya dengan memperluas pabrik di kawasan Cilegon. "Diharapkan awal tahun depan bisa mulai groundbreaking," kata Benny di Jakarta, akhir pekan lalu.

Nilai investasinya, kata dia, sekitar US$ 400 juta. Saat ini, menurut Benny, perusahaan masih mengurus perizinan, amdal, dan lain-lain untuk proyek tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Asahimas Chemical Jun Miyazaki menyatakan bahwa perluasan ini dimaksudkan untuk menambah kapasitas produksi dari sejumlah produk. "Ini untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat," kata dia.

Pihaknya memperkirakan permintaan terhadap produk klor alkali akan meningkat lima persen setiap tahunnya di pasar Asia Tenggara. "Karenanya, kami harus tingkatkan kapasitas produksi," ujar dia.

Asahimas Chemical merupakan salah satu produsen terbesar dari produk klor alkali di Asia Tenggara. Investasi ini akan memperluas fasilitas produksi untuk produk caustic soda dan vinyl chloride. Dengan perluasan ini, Asahimas menargetkan bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipatnya.

Dapat disampaikan, ASC merupakan anak perusahaan AGC (Asahi Glass Company, Jepang) di Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar produk Klor Alkali di Asia Tenggara, yang melaksanakan produksi secara terintegrasi dari Caustic Soda hingga Vinyl Chloride. Dengan rencana peningkatan kapasitas produksi, ASC yang berpusat di Indonesia diharapkan dapat merespon permintaan tinggi untuk kebutuhan dalam negeri dan wilayah Asia Tenggara dengan membangun sistem pasokan secara optimal yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik baru, ASC akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan untuk tiga produknya, yaitu Caustic Soda dari 500.000 ton/tahun menjadi 700.000 ton/tahun, Vinyl Chloride Monomer (VCM) dari 400.000 ton/tahun menjadi 800.000 ton/tahun, dan Polyvinyl Chloride (PVC) dari 300.000 ton/tahun menjadi 550.000 ton/tahun.

“Penambahan kapasitas produksi diperkirakan selesai pada akhir tahun 2015 karena ditargetkan untuk groundbreaking akan dilaksanakan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan”. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja akan menambah sekitar 300 ribu orang dari total tenaga kerja saat ini sebanyak 1.000 orang.

Perlu diketahui, Caustic Soda digunakan dalam proses produksi alumina, bubur kayu dan kertas dan rayon serta berbagai proses pengolahan air. Permintaan untuk Caustic Soda meningkat seiring dengan kemajuan industri tersebut. Di sisi lain, permintaan untuk PVC sebagai salah satu komoditas resin yang utama, cenderung meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan aplikasi PVC seperti pipa yang umum digunakan dalam infrastruktur dan pembangunan perumahan.