Tingkatkan Daya Saing UKM Melalui Teknologi

Syarifuddin Hasan, Menteri Koperasi dan UKM

Senin, 09/09/2013

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan mengatakan para pelaku UKM di Tanah Air harus mulai meningkatkan daya saing dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal. "Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing UKM adalah melalui penggunaan teknologi guna meningkatkan kinerja dari UKM secara kualitas maupun kuantitas," kata Syarifuddin dalam "APEC Small and Medium Enterprises (SME) Exhibition" di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Peningkatan daya saing dengan pemanfaatan TIK itu, menurut dia, diperlukan para pelaku UKM di Indonesia untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, khususnya dalam menghadapi era pasar bebas, seperti "ASEAN Economic Community" (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

"Para pelaku UKM harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seluas-luasnya untuk mengembangkan usahanya sehingga mereka bisa berkembang dengan baik dan cepat serta siap bersaing secara global," ujarnya.

Menurut dia, sejauh ini dengan meningkatnya pemanfaatan TIK dalam kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah di dalam negeri yang didorong melalui kerjasama pemerintah dengan pihak swasta, daya saing UKM Indonesia pun semakin meningkat.

Hal itu, kata dia, terbukti dari data terbaru yang dikeluarkan oleh "World Economic Forum" bahwa peringkat daya saing UKM Indonesia naik dari nomor 52 menjadi nomor 38.

Namun, Syarifuddin juga mengatakan satu hal yang seringkali menjadi kendala bagi para pelaku UKM dalam memanfaatkan teknologi dalam kegiatan usahanya adalah faktor keengganan atau ketidaktahuan. "Oleh karena itu, 'mindset' (pola pikir) para pelaku UKM yang harus diubah jangan selalu beranggapan bahwa kita selalu 'one step behind' (tertinggal)," katanya.

"Contohnya, pemikiran tentang koneksi jaringan di Indonesia banyak yang mati. Asumsi tentang infrastruktur buruk itu 'mindset' empat atau lima tahun lalu yang dieksplor hingga kini. Padahal, itu tidak selalu benar," lanjutnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau para pelaku UKM dalam negeri untuk terlebih dahulu mengubah pola pikir menjadi lebih positif mengenai penggunaan teknologi di Indonesia.