Tawarkan Peluang Investasi Lima Pasar Tradisional

Pemerintah Kota Depok

Senin, 09/09/2013

Depok – Pemerintah Kota Depok menawarkan peluang investasi kepada investor yang berminat untuk membangun pasar tradisional. Ada lima lokasi pasar saat ini belum dimiliki dari 11 Kecamatan yang ada, Saat ini pasar tradisonal yang dimiliki baru enam pasar dan tersebar di enam kecamatan. Demikian keterangan yang diperoleh NERACA dari Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Pasar (DKUP) Kota Depok, Solihin Yusuf Sudarman, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, lokasi yang ditawarkan diarahkan untuk wilayah Kecamatan Sawangan, Bojongsari, Limo, Cinere dan Limo. “Lima wilayah ini belum memiliki pasar tradisional baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Sehingga sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradissional yang mudah terjangkau dan murah”, tutur Yusuf.

Dikatakan, pasar tradisional yang ada saat hanya tersebar di kecamatan Sukmajaya yang memiliki Pasar Agung, Pasar Musi dan satu lagi Pasar Segar yaitu pasar modern yang berprilaku seperti pasar tradisional. Di wilayah kecamatan ini keberadaan pasar sudah terlihat “jenuh”, apalagi juga telah banyak bermunculan pasar moderb dan minimarket.

Begitupula di Kecamatan Cilodong yang merupakan wilayah pemekaran dari Kecamatan Sukmajaya, saat ini baru ada satu pasar tradisional yang dikelola swasta yaitu Pasar Pucung. “Kalau melihat perkembangan penduduk dan luasnya wilayah, maka di kecamatan ini bisa saja dibangun satu pasar tradisional lagi,” katanya.

Peluang yang sangat menguntungkan adalah di wilayah Kecamatan Tapos. Kecamatan ini belum memiliki lokasi pasar tradisional yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kebanyakan pasar yang ada di wilayah ini, berupa mini market dan pusat perbelanjaan yang berskala besar dan modern. “Jika investor berminat, peluang investasi bisnisnya sangat menguntungkan dalam skala jangka pendek maupun jangka panjang,” katanya.

Selain itu, lanjut Yusuf, peluang yang sangat menguntungkan ada di wilayah Kecamatan Limo dan Cinere. Wilayah kecamatan ini, yang banyak juga mini market dan pasar modern. Sehingga, banyak warga yang kesulitan berbelanja kebutuhan bahan pokok pangannya yang berskala tradisional yang tidak ada di padar modern.

“Akibatnya, warga yang ada di wilayah Kecamatan Limo dan Cinere, terpaksa berbelanja ke wilayah Kecamatan Beji dan Pancoran Mas. Hal serupa juga dilakukan oleh warga yang berada di wilayah Kecamatan Bojong Sari. Hal ini sering dikeluhkan masyarakat yang lokasinya sangat jauh dan jalan menuju lokasi pasar juga sering macet,” ujar Yusuf.

Solihin Yusuf Sudarman menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Depok sedang memproses untuk membangun pasar tradisional di lokasi Antara Kecamatan Sawangan dan Bojong Sari. Wilayah yang sangat luas dan mulai padat penduduk ini, belum memiliki pasar tradisional. Perencanaannya sedang digodok secara matang dan intensif.

Dikatakannya, lokasi tempat akan dibanugnnya pasar adalah di sekitar Kelurahan Bedahan. Luas areal yang akan dibangun mencapai sekitar 2 hektar. Namun, tidak dijelaskan secara rinci konsep pengelolaannya; apakah akan bekerjasama dengan pihak swasta atau dikelola sendiri oleh Pemerintah Kota Depok. “Yang pasti dalam tahun ini kita akan membebaskan lahan yang penggunaannya untuk pasar tradisional,” katanya menjawab pertanyaan NERACA.

Kepala DKUP Kota Depok, Agus Suherman SH, juga mengakui perlunya ada tambahan pasar tradisional. Hal ini diperlukan karena banyak keluhan dan aspirasi masyarakat untuk kebutuhan tempat berbelanja atau pasar tradisional. “Kita memang sedang membahasnya agar bisa dipenuhi kebutuhan aspirasi masyarakat dalam hal ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMP2T) Kota Depok Sri Utomo, juga mengakui diperlukan adanya lokasi pasar tradisional yang saat ini masih banyak terpusat hanya di Kecamatan Beji dan Pancoran Mas. Sehingga, masyarakat yang berada di kecamatan lain, kesulitan menjangkau lokasi pasar tradisional tersebut.

Dalam kesempatan itu dibahas kemungkinan terbaik dibangunnya pasar tradisional, adalah antara batas wilayah Kecamatan Pancoran Man hingga Kecamatan Sawangan; yakni di sepanjang jalur Jalan Raya Sawangan hingga Pertigaan Kecamatan Bjong Sari. Beberapa lokasi yang dibahas diantaranya di sekitar Perapatan Mampang, Bedahan, dan di sekitar antara kantor Kecamatan Sawangan hingga ke Sawangan Golf.

Menurut keterangan yang diperoleh NERACA, banyak investor yang mau menanamkan modalnya untuk pembangunan pasar tradisional di Kota Depok. Namun, para investor masih melihat dan mengkajinya lebih mendalam agar investasinya tidak “mubazir” seperti yang terjadi saat dibangunnya Pasar Segar.

“Prinsipnya kami siap jika memang menguntungkan dan mendapat kemudahan dari elemen masyarakat Kota Depok serta pemerintah dalam proses perijinannya. Bahkan kami juga siap membangun dan mengelola Rumah Pemotongan Hewan, karena lokasi yang ada saat ini nantinya akan sulit aksesnya bagi pedagang yang memburuhkannya di pasar-pasar tradisional yang ada,” kata calon investor yang belum mau menyebutkan namanya kepada NERACA.