Realisasi Belanja Negara Capai 54,8%

Hingga Agustus

Jumat, 06/09/2013

NERACA

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja negara per 30 Agustus 2013 mencapai Rp945,8 triliun atau 54,8% dari pagu APBN-Perubahan sebesar Rp1.726,2 triliun. Seperti dikutip dari data Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang diterima di Jakarta, Kamis (5/9), menyebutkan realisasi tersebut berasal dari belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp615,6 triliun atau 51,4% dari pagu Rp1.196,8 triliun dan transfer ke daerah Rp330,1 triliun atau 62,4% dari pagu Rp529,4 triliun.

Realisasi belanja pegawai mencapai Rp152,6 triliun atau 65,5% dari pagu Rp233 triliun, sedangkan realisasi belanja barang masih relatif rendah baru mencapai Rp70 triliun atau 33,9% dari pagu Rp206,5 triliun. Realisasi belanja modal juga tercatat rendah hingga akhir Agustus dan baru mencapai Rp60,6 triliun atau 31,4% dari pagu sebesar Rp192,6 triliun.

Kemudian realisasi belanja subsidi energi telah mencapai Rp194,6 triliun atau 64,9% dari pagu Rp299,8 triliun. Belanja subsidi tersebut mencakup subsidi BBM yang telah mencapai Rp132,4 triliun atau 66,3% dari pagu Rp199,9 triliun dan subsidi listrik yang mencapai Rp62,2 triliun atau 62,2% dari pagu Rp100 triliun.

Sementara, realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp844,9 triliun atau 56,3% dari target sebesar Rp1.502 triliun, yang mencakup penerimaan dalam negeri Rp843,6 triliun atau 56,3% dari target Rp1.497,5 triliun dan hibah Rp1,3 triliun atau 28,2% dari target Rp4,5 triliun. Penerimaan perpajakan telah mencapai Rp628,4 triliun atau 57,1% dari target dalam APBN-Perubahan 2013 Rp1.184,4 triliun dan penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp186,3 triliun atau 53,4% dari target Rp349,2 triliun.

Sedangkan realisasi pajak dalam negeri mencapai Rp628,4 triliun atau 57,1% dari target Rp1.099,9 triliun dan pajak perdagangan internasional telah mencapai Rp28,9 triliun atau 59,8% dari target Rp48,4 triliun. Dengan demikian, defisit anggaran hingga 30 Agustus 2013 tercatat sebesar Rp100,8 triliun atau 45% dari target Rp224,2 triliun. Sementara pembiayaan dalam negeri telah mencapai Rp167,3 triliun atau 69,4% dari target Rp241,1 triliun dan pembiayaan luar negeri Rp19,1 triliun atau 113% dari target Rp16,9 triliun. [ardi]