OJK Terima 177 Aduan Investasi Bodong

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah menerima pengaduan sebanyak 177 terkait investasi bodong. Temuan tersebut dibahas dalam satuan tugas OJK yang terdiri dari 9 instansi terkait.

Kata Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I OJK, Robinson Simbolon, hampir separuh lebih kasus pengaduan tersebut didistribusikan ke instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti. Penerimaan 177 pengaduan investasi bodong itu mulai 2012 hingga 3 September 2013. \"Sekedar informasi data yang masuk ada 177 pengaduan yang dianggap investasi bodong atau termasuk ilegal. Ada 145 laporan yang sudah didistribusikan ke instansi berwenang. Kita begitu ada pengaduan satuan tugas OJK akan menentukan arah tindak lanjutnya,”katanya di Jakarta, Kamis (5/9).

Menurut Robinson, OJK sebatas bertindak sebagai ketua tim koordinator pengaduan. Tim OJK disebut satgas atau satuan tugas untuk mengatasi investasi bodong. \"Di satgas ada rapat atas berbagai laporan,di dalam rapat kita jejerin unsurnya. Tim ini akan mengindentifikasi,\" ujar Robinson.

Dia juga menuturkan, kasus yang dialami nasabah PT Gold Bullion Indonesia (GBI) soal investasi emas bodong bukan masuk dalam wewenangnya. Kasus GBI secara jelas masuk dalam ranah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Lanjutnya, setelah melalui beberapa proses dan ditelaah secara mendalam, kasus GBI dinyatakan di bawah wewenang pihak BKPM karena perizinannya masuk dalam kategori izin Penanaman Modal Asing (PMA) bukan perusahaan pengelolaan investasi.\"Setelah dirapatin, kita dijejerin kriterianya seperti apa saja, ternyata kalau GBI rupanya izinnya dari BKPM. Kita sudah memutuskan melakukan koresponden ke BKPM, setelah kami kaji kegiatan dan unsur-unsur di kegiatan GBI, ini sepenuhnya kewenangan BKPM,”kata Robinson.

Dia juga menjelaskan, saat ini OJK tidak lagi menangani hal-hal terkait kasus GBI. Selebihnya, pihak OJK meminta kepada pihak BKPM untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Sebagai informasi, nasabah PT Gold Bullion Indonesia (GBI) terus meminta perlindungan hukum kepada semua otoritas terkait untuk bisa membantu menyelesaikan masalah penipuan investasi emas. GBI melarikan dana nasabahnya yang hingga Rp 1,2 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Baru Untuk Mobil Listrik

Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siap menggelontorkan untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri, yang ditargetkan pemerintah…

OJK Kaji MTN Dikeluarkan Melalui Bursa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengkaji penerbitan surat utang jangka menengah (medium-term note/MTN) melalui bursa atau pasar modal,”Bisa saja nanti…

54 Perusahaan Fintech Kantongi Izin dari OJK

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 54 perusahaan teknologi finansial (fintech) penyedia layanan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…