IHSG Akhir Pekan Masih di Zona Merah

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 22,591 poin (0,55%) ke level 4.050,864. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 4,029 poin (0,60%) ke level 669,579. Aksi jual investor asing di pengujung perdagangan, memicu indeks BEI melemah. Padahal sejak diawal perdagangan hingga sesi pertama, indeks BEI sempat berada di zona hijau.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, indeks BEI kembali terkoreksi karena aksi jual investor asing, “Ketidakpastian global mengenai pengurangan atau tapering stimulus keuangan The Fed dan Suriah menyebabkan IHSG kembali bergerak dalam kondisi mendatar cenderung melemah,”ujarnya di Jakarta, Kamis (5/9).

Dia menyarankan, pelaku pasar untuk terus mengamati sentimen yang ada dan untuk indeks BEI Jum’at akhir pekan diperkirakan akan bergerak melemah dan pergerakannya akan berada di level 3.960--4.250 poin. Beberapa saham yang layak di koleksi diantaranya, Jasa marga (JSMR), Media Nusantara (MNCN), medco Enrgy (MEDC) dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Hal senada juga disampaikan Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan, investor asing yang masih mengambil posisi jual jual bersih (nett sell) sebesar Rp122,549 miliar menjadi salah satu faktor indeks BEI kembali melemah, “Rupiah yang kembali melemah menambah sentimen negatif di pasar modal,\" kata dia.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham berbasis konstruksi dan infrastruktur jadi yang paling banyak dilepas investor. Indeks sektor keduanya jatuh lebih dari dua persen. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 155.348 kali pada volume 4,34 miliar lembar saham senilai Rp 5,125 triliun. Sebanyak 85 saham naik, sisanya 163 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Sentimen positif dari ekonomi AS dan Eropa mendorong banyak bursa Asia ke zona hijau. Hanya bursa saham China yang gagal cetak poin. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 16.300, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 31.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 36.000, dan Saratoga (SRTG) naik Rp 350 ke Rp 5.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 500 ke Rp 1.700, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 500 ke Rp 13.500, AKR (AKRA) turun Rp 300 ke Rp 3.600, dan Charoen (CPIN) turun Rp 275 ke Rp 2.575.

Sebaliknya, pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 26,049 poin (0,64%) ke level 4.099,504. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,284 poin (0,93%) ke level 679,892. Delapan indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat berkat aksi beli investor tersebut. Dua sektor jatuh ke zona merah, yaitu sektor konstruksi dan aneka industri.

Investor asing masih terus melepas saham, diimbangi oleh aksi beli investor sehingga indeks bisa bertahan positif. Saham-saham bank jadi incaran aksi beli. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 84.120 kali pada volume 2,386 miliar lembar saham senilai Rp 2,506 triliun. Sebanyak 121 saham naik, sisanya 99 saham turun, dan 78 saham stagnan.

Bursa saham China masih terjebak di zona merah hingga sesi pertama. Sedangkan bursa Asia lainnya berhasil bertahan positif, dipimpin oleh pasar saham Hong Kong. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 31.450, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 600 ke Rp 12.900, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 16.300, dan Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 19.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 28.600, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 500 ke Rp 13.500, Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 360 ke Rp 1.840, dan AKR (AKRA) turun Rp 175 ke Rp 3.725.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 20,69 poin atau 0,51% ke posisi 4.094,15. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,26 poin (0,78%) ke level 678,87. IHSG mengalami penguatan secara teknikal terutama pada beberapa saham yang telah terkoreksi signifikan pada perdagangan Rabu (4/9) seperti Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Astra International (ASII), Unliver (UNVR), Bank Negara Indonesia (BBNI), kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, fluktuasi nilai tukar rupiah yang cenderung stabil serta imbal hasil surat utang negara (SUN) bertenor 10 tahun di level 8,76 persen menambah sentimen positif bagi pelaku pasar saham.\"Namun demikian, di sisi lain pasar masih \'wait and see\' terkait persetujuan kongres AS atas operasi militer ke Suriah,\" katanya.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 183,48 poin (0,82%) ke level 22.509,70, indeks Nikkei-225 naik 15,92 poin (0,11%) ke level 14.070,28, dan Straits Times menguat 27,44 poin (0,91%) ke posisi 3.043,38. (bani)

Related posts