Dana Belanja Modal BSD Membangkak

Tambah Rp500 Miliar-Rp1 Triliun

Jumat, 06/09/2013

NERACA

Jakarta-PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan menambah Rp500 miliar hingga Rp1 triliun dana belanja modal (capital expenditure/Capex) pada semester kedua tahun ini. Alasannya, akan ada akusisi lahan yang belum termasuk dalam rencana kerja perseroan sebelumnya. “Sampai semester satu kita sudah habis Rp3 triliun, semester dua akan kita tambah Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Ini karena adanya akusisi yang tidak masuk dalam rencana kerja sebelumnya.” kata Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya di Jakarta, Kamis (5/9).

Akuisisi yang akan dilakukan perseroan kali ini, menurut dia, untuk lahan di wilayah epicentrum, Jakarta Selatan. Pada semester pertama 2013, pihaknya mencatat telah mengakusisi lahan seluas 5 hektare (ha) di wilayah Epicentrum yang ditaksir mencapai Rp8 juta per meter persegi atau sekitar Rp400 miliar. Dengan bertambahnya dana belanja modal pada semester kedua ini maka total belanja modal perseroan hingga akhir tahun akan mencapai Rp4 triliun.

Tambahan dana belanja modal ini, kata dia, akan diambil dari kas internal perseroan. Tercatat, sampai dengan semester pertama 2013 saldo kas perseroan sebesar Rp4,7 triliun rupiah. Selain untuk akuisisi lahan, penambahan dana belanja modal juga akan digunakan untuk pembebasan lahan di wilayah BSD City dan pembangunan infrastruktur sebagai sarana pengembangan proyek perumahan perseroan.

Dalam rencana bisnisnya, perseroan berniat untuk membangun dua unit apartemen di wilayah Epicentrum. Tingginya permintaan dan posisi tanah yang strategis menjadi salah satu alasan perseroan untuk segera membangun proyek tersebut. Untuk pembangunan proyek ini ditaksir menelan dana Rp320 miliar. Targetnya, perseroan akan memulai proses penjualannya pada tahun 2014 mendatang.

Sementara hingga Agustus 2013, perseroan telah mencatatkan marketing sales sebesar Rp5,6 triliun atau sekitar 80% dari target marketing sales hingga akhir tahun sebesar Rp7 triliun. Untuk pencapaian marketing sales tahun ini, proyek development income masih menyumbang lebih dari 80%. Selain itu, marketing sales perseroan juga akan ditopang dari rencana penjualan salah satu proyek rumah tapak perseroan yang terletak di wilayah Serpong. Dari penjualan proyek perumahan ini, sambung dia, perseroan dapat meraup keuntungan hingga Rp600 miliar. “24 September akan kita launching, harga jualnya sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp3 miliar,” imbuhnya.

Rencananya, untuk meningkatkan likuiditas perseroan akan melakukan penawaran umum terbatas untuk menerbitkan saham baru maksimal 10%. Melalui aksi korporasi ini, perseroan ditaksir memperoleh dana segar senilai Rp2,9 triliun. “Free float kita sudah 47%, kita masih ada sisa 10% hingga 2015, kalau 10% itu bisa terkumpul sekitar 2,9 triliun rupiah, penerbitannya bisa tahun ini atau tahun depan,” ungkapnya. (lia)