CIMB Niaga Syariah Siapkan KPR Syariah

Jakarta - Kredit Kepemilikan Rumah secara syariah memudahkan nasabah mengatur keuangan keluarga karena cicilan dan pokok akan tetap hingga lunas. Dengan menggunakan akad pembiayaan jual beli (Murabahah), masyarakat dapat menikmati cicilan dan pokok tetap hingga jatuh tempo dengan jangka waktu maksimal 20 tahun dan uang muka minimal 10%.

"Pembiayaan rumah dengan akad murabahah ini memiliki keunikan karena marjinnya bersifat tetap (fixed) selama perjanjian sehingga dapat membantu perencanaan keuangan nasabah," kata Direktur Retail Banking & Syariah CIMB Niaga, Ferdy Sutrisno di Jakarta, Kamis, saat menjelaskan tentang pembiayaan iB Kepemilikan Rumah CIMB Niaga Syariah.

Head of Syariah Banking CIMB Niaga U Saefudin Noer menambahkan, penggunaan akad pembiayaan murabahah memperluas akses masyarakat untuk memiliki rumah melalui Pembiayaan iB Kepemilikan Rumah. Dengan akad ini, masyarakat dapat menikmati cicilan dan pokok tetap hingga jatuh tempo pelunasan.

"Nasabah tidak perlu khawatir lagi atas kemungkinan perubahan cicilan yang tiba-tiba melonjak akibat perubahan inflasi atau penyebab lain. Hal ini karena cicilan dan pokok bersifat tetap sehingga nasabah lebih tenang dan aman dalam melakukan perencanaan keuangan keluarga," imbuh Saefudin.

Selain itu, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga Syariah baru saja mendapatkan suntikan tambahan modal sebesar Rp100 miliar pada Juni 2011 ini.

Dikatakannya Saefudin, tambahan modal dari bank induk ini untuk mengembangkan pembiayaan CIMB Syariah. Namun sayang, dia enggan mengatakan target pembiayaan hingga akhir 2011 ini. "Modal itu diperlukan UUS tujuan pertamanya untuk antisipasi peningkatan pembiayaan," ungkapnya.

Tambahan modal ini juga dijelaskannya adalah untuk mempertahankan CAR-nya di angka 12 persen, di mana CAR perseroan sekarang berada pada angka 16 persen. "CAR kita sekarang 16 persen, kita ingin mempertahankan CAR sampai akhir tahun di angka 12 persen," tambahnya.

Kecukupan permodalan ini dikatakannya telah sesuai dengan CAR minimum yang diatur oleh bank sentral dan perseroan pun masih leluasa mengembangkan pembiayaannya. "Sampai akhir tahun kira cukup ya. Ke depannya lagi kita belum akan minta tambahan modal, kita lihat sikon," tukasnya.

CIMB Niaga Syariah juga mentargetkan jumlah CIMB Niaga Syariah Gold Card akan mencapai 25 ribu jumlah kartu sampai akhir tahun 2011. Head of Syariah Banking CIMB Niaga U Saefudin Noer mengatakan untuk posisi sampai Juni 2011, mereka telah berhasil meraup nasabah gold card sebanyak 18.500 buah kartu.

BERITA TERKAIT

Peluang Bisnis Ritel Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Bisnis ritel di Indonesia—dalam beberapa tahun  akhir  ini mengalami kelesuan yang luar  biasa,…

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

UNIC Siapkan Capex US$ 2 Juta di 2018 - Ganti Mesin Baru

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar US$…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Profitabilitas Bank Tahun Depan Diprediksi Sulit Meningkat

      NERACA   Jakarta - Rasio profitabilitas atau keuntungan dari aset bank dinilai sulit meningkat dalam setahun ke…

BTN Telah Kucurkan KPR Rp230,2 triliun

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Kredit Pemilikan Rumah…

Kebijakan Suku Bunga Bakal Dipengaruhi Dolar

    NERACA   Jakarta - Kebijakan suku bunga nasional mendatang dinilai sangat dipengaruhi nilai penguatan mata uang dolar Amerika…