Bank Dinar Kerja Sama Bank Garansi dengan ASM

NERACA

Jakarta - PT Bank Dinar Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Asuransi Sinar Mas (ASM) dalam hal penjaminan asuransi bagi para nasabah/debitur yang meliputi penjaminan bank garansi, asuransi kebakaran, asuransi kendaraan, \"cash in safe\" dan \"cash in transit\".

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Hendra Lie, Direktur Utama Bank Dinar dengan Howen Widjaja, Direktur Utama ASM. \"Perjanjian kerja sama di bidang penjaminan bank garansi mencakup jaminan penawaran (bid bond), jaminan pelaksanaan (performance bond), jaminan uang muka (advance payment bond) dan jaminan pemeliharaan (maintenance bond) serta jaminan pembayaran (payment bond) yang diterbitkan oleh Asuransi Sinar Mas,\" ujar Hendra Lie, di Jakarta, Rabu.

Penjaminan bank garansi merupakan layanan penjaminan yang diberikan kepada kontraktor dalam rangka pelaksanaan sebuah proyek. Ketika kontraktor/penerima proyek (principal) mengalami kegagalan (wanprestasi), maka kerugian pemberi proyek (obligee) akan ditutup oleh Asuransi Sinar Mas dan Bank Dinar. Selain Penjaminan bank garansi, ASM juga akan memberikan jaminan asuransi untuk asset property nasabah seperti rumah, ruko, kendaraan.

\"Tentunya, setelah melalui proses analisa proyek dan laporan keuangan secara tuntas,\" tambah Hendra. Sementara Direktur utama ASM, Howen Widjaja mengatakan pengembangan produk penjaminan dan perluasan kerjasama dengan lembaga keuangan bank seperti Bank Dinar diharapkan dapat memperluas jangkuan layanan Asuransi Sinar Mas kepada masyarakat.

\"Hingga Juli 2013, PT Asuransi Sinar Mas berhasil membukukan premi brutto (Gross Premium Written) sebesar Rp3,152 triliun meningkat sebesar 13,5% dibandingkan periode yang sama 2012 yang sebesar Rp2,777 triliun. Perolehan premi bruto tersebut masih didominasi dari asuransi kebakaran yang menyumbangkan menyumbangkan premi Rp1,484 triliun atau 47% dari total premi brutto,” kata Howen.

Dia menambahkan asuransi kesehatan sebesar Rp688,718 miliar atau 21% dari total premi bruto, asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp631,159 miliar atau 20%. Sedangkan target premi bruto ASM pada 2013 adalah sebesar Rp4,3 triliun. Untuk pengembangan bisnis, selain menjalin kerja sama dengan institusi perbankan, ASM juga melakukan perluasan jaringan pemasaran. Saat ini, ASM telah memiliki jaringan 30 kantor cabang, 1 kantor cabang syariah, 69 kantor pemasaran dan 27 marketing point.

Sementara itu penyaluran kredit Bank Dinar tetap fokus ke sektor ritel, perdagangan, konstruksi, maupun jasa. \"Dengan kerja sama dengan ASM ini, kami berharap bisa saling membantu dalam mengembangkan bisnis konstruksi dan non kontruksi di Indonesia\" ujar Hendra.

Bank Dinar Indonesia telah merealisasikan pembukaan kantor cabang ke tujuh di pusat transaksi bisnis Kelapa gading setelah pusat grosir Mangga Dua, Pluit, Roxy, Jembatan Besi, Juanda dan Surabaya. Rencana ini, merupakan bagian dari implementasi pembukaan 20 kantor Bank Dinar di wilayah Jabodetabek. Bank Dinar memproyeksikan total aset perseroan mencapai Rp1 triliun pada akhir 2013 atau tumbuh 93% dari total aset 2012 sebesar Rp523 miliar. [ant]

BERITA TERKAIT

Kementerian PUPR Segera Teken MoU dengan BTN terkait KPR FLPP

  NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memastikan bahwa PT Bank…

Korem 061/SK Gelar Silaturahmi Dengan Insan Pers

Korem 061/SK Gelar Silaturahmi Dengan Insan Pers NERACA Sukabumi - Komando Resor Militer (Korem) 061/SK gelar silaturahmi dengan insan pers…

UU MD3 Bertentangan dengan UUD 1945

NERACA Jakarta-Revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD (UU MD3) dinilai bertentangan dengan prinsip keterwakilan rakyat dalam UUD 1945, terutama Pasal 122 huruf…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Genjot DPK, BTN Gelar Program “Super Untung Jaman Now”

      NERACA   Jakarta - Berhasil meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri…

Waspada Bahaya “Jackpotting”

    NERACA   Jakarta - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center…