Batalkan Niat Akuisisi Bank Muamalat - Bank Permata

Jakarta - PT Bank Permata Tbk (BNLI) menyatakan mundur dari usaha pembelian Bank Mualamat. Pasalnya ada risiko dan faktor lain dari Bank Mualamat yang mengakumulasi keputusan ini. "Keputusan yang terbaik dari kami, mundur dari rencana itu. Ini setelah mempelajari risiko dan faktor lainnya," ungkap Wakil Presiden Direktur Bank Permata, Herwidayatmo, di Jakarta, Kamis.

Standard Chartered Bank, melalui Bank Permata beberapa waktu lalu disangkutkan kabar pembelian saham Bank Mualamat. Tidak hanya itu, Qatar Islamic Bank SAQ dan Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC) juga berencana mengakuisisi saham mayoritas di bank syariah terbesar di Indonesia itu.

Namun, Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin buru-buru membantah kabar ini. Menurutnya perseroan tidak membahas rencana penjualan saham. Pemilik saham tidak ada rencana menjual saham pada tahun ini melainkan membahas rencana pengembangan bisnis seperti biasa.

Ia menyatakan, nilai-nilai yang dianut Bank Muamalat selama ini tidak akan pupus jika dibeli oleh pihak asing. Bank Muamalat selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Islami yang selama ini sepenuhnya diimplementasikan dalam bisnis sehari-hari.

Terkait kinerja, Bank Permata meraih laba bersih Rp321 miliar di kuartal I-2011. Laba ini naik 20% dibandingkan kuartal I-2010 lalu yang sebesar Rp 269 miliar. Kenaikan laba bersih ditopang oleh kenaikan laba operasional perseroan sebesar 6% menjadi Rp 343 miliar di kuartal I-2011. Ini didorong kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 19% menjadi Rp 932 miliar.

Total aset perseroan juga naik 28% dari Rp 62,1 trilun di kuartal I-2010 menjadi Rp 79,6 triliun di kuartal I-2011. Dana pihak ketiga meningkat 35% menjadi Rp 62,4 triliun. Giro dan Tabungan membukukan kenaikan yang kuat 40% dan 20% menjadi Rp 13,4 triliun dan Rp 12 triliun.

Rasio kredit bermasalah (NPL) Bank Permata menurun sepanjang kuartal I-2011. NPL gross turun menjadi 2,6% di 31 Maret 2011, dibandingkan dengan 4,2% pada tahun sebelumnya, sementara NPL net turun menjadi 0,7% dari 1,2% di tahun sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Sritex Berniat Akuisisi Perusahaan Tekstil

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex terus berupaya memperbesar kerajaan bisnisnya tahun depan. Rencananya, perseroan bakal mengambil alih…

Soal E-Money, Bank Mandiri Kerjasama dengan 12 Bank

      NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) telah menjalin kesepakatan strategis dalam bidang…

LPS Telah Likuidasi 82 Bank

      NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melikuidasi 82 bank yang tediri atas satu bank…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…