BTN Kaji Menaikkan Bunga KPR

Kerja Sama dengan Asuransi Sinar Mas

Kamis, 05/09/2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk menyatakan tengah melakukan kajian tentang kenaikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menyusul langkah Bank Indonesia (BI) menaikan lagi tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate. “Kajian tersebut akan selesai minggu depan. Kami akan melihat apakah harus menaikan bunga KPR untuk kredit existing dan kredit baru,” kata Direktur Utama BTN, Maryono, usai menandatangani naskah perjanjian kerja sama antara BTN dengan Asuransi Sinar Mas di Jakarta, Rabu (4/9).

Dia menyebut, BI Rate sebaiknya jangan terlalu tinggi agar tidak membuat bunga pinjaman naik tinggi hingga melemahkan dunia usaha dan mengurangi ancaman kredit macet. Di sisi lain, Maryono meminta Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), untuk memberikan stimulus bagi pengembang dalam membangun rumah demi mengamankan pasokan rumah, terutama rumah sejahtera tapak untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Konsumen yang ingin memiliki rumah sangat banyak. Waiting list di BTN saja sudah mencapai 97 ribu orang," tegasnya. Maryono menyebut, stimulus yang bisa diberikan kepada pengembang antara lain dalam penyediaan lahan, pajak dan kemudahan perijinan. “Kalau bisa pemerintah memfasilitasi penyediaan lahan untuk rumah murah,” tambah Maryono. Selama ini, salah satu masalah yang mengganggu pasokan rumah adalah ketersediaan lahan, terutama untuk rumah murah.

Maryono mengaku optimistis target pengembangan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang Kredit Pemilikan Rumahnya didukung Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dia menambahkan, lonjakan nilai tukar dolar terhadap rupiah tidak akan mendorong kenaikan harga rumah. Pasalnya, mayoritas bahan baku pembangunan rumah berasal dari lokal.

Kerja sama Sinar Mas

Dalam kesempatan ini, Maryono juga mengungkap, persaingan bisnis dewasa ini sangat pesat. Dinamika iklim bisnis yang saat ini terus bergerak menjadi pertimbangan para pelaku bisnis untuk menjamin usahanya bagaimana agar tetap berjalan aman. Peluang bisnis dan resiko di tengah kondisi makro saat ini menjadi perhatian Bank BTN. Atas dasar itulah, Bank BTN bekerjasama dengan PT Asuransi Sinar Mas. Kerja sama ini lebih dimaksudkan untuk memberikan jaminan kepada para debitur Bank BTN.

“Ini akan sangat menguntungkan bagi debitur Bank BTN dalam menggunakan fasilitas kredit, karena Sinar Mas akan memberikan jaminan atas kredit tersebut,” jelas Maryono. Naskah perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Maryono, Direktur Utama Bank BTN dan Howen Widjaja, Direktur Utama Asuransi Sinar Mas. Naskah perjanjian kerja sama tersebut dimaksudkan sebagai landasan bagi kedua belah pihak dengan ruang lingkup kesepakatan bersama menyangkut garansi bank.

Maryono mengutarakan, dalam mekanisme kerjasama tersebut Bank BTN akan mengeluarkan garansi bank untuk debitur yang memiliki proyek yang kreditnya difasilitasi oleh Bank BTN. Untuk keperluan penjaminan atas kredit yang diberikan kepada debitur yang difasilitasi kreditnya oleh Bank BTN itu, Sinar Mas akan mengeluarkan sertifikat kontra garansi bank.

Menurut Maryono, dengan pola penjaminan seperti ini proyek debitur setidaknya terjamin oleh pihak asuransi. Apalagi dengan kondisi makro seperti saat ini, pola penjaminan seperti ini sangat bagus sebagai pendukung proyek yang sedang dilakukan oleh pelaku bisnis, khususnya debitur Bank BTN.

Beberapa obyek dalam penjaminan garansi bank tersebut adalah Jaminan Penawaran (Bid Bond), Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond), Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bond), Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond) Jaminan Pembayaran (Payment Bond), dan Jaminan lainnya yang disepakati oleh Penjamin dan Penerima Jaminan.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari rencana bisnis yang sudah direncanakan perseroan bagaimana agar masyarakat yang selama ini memanfaatkan kredit Bank BTN terlindungi sepenuhnya. “Masyarakat yang menjadi debitur Bank BTN harus diberikan layanan lebih agar mereka nyaman dalam memanfaatkan produk dan layanan perbankan yang kami miliki,” tegas Maryono. [kam]