Pemerintah Mengaku akan Kendalikan Impor

NERACA

Jakarta – Pemerintah segera akan mengendalikan importasai barang non-kebutuhan pokok dan non-produktif. Salah satu bentuknya adalah pengetatan impor barang mewah. “Itu (pengendalian impor barang mewah) sangat kita lakukan,” kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Rabu (4/9).

Selain itu, Bayu juga mengaku sedang berbicara secara intensif dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengurangi impor barang modal yang berpengaruh cukup signifikan dan berkontribusi dalam defisit neraca perdagangan Indonesia.

“Kita sedang bicara intensif dengan teman-teman BUMN. Importasinya cukup besar untuk barang modal, apakah bisa dijadwalkan ulang importasinya,” kata Bayu. Beberapa barang impor yang menurut Bayu kemungkinan bisa dikendalikan adalah pesawat terbang, lokomotif, dan mesin-mesin yang harganya mahal.

Menurut Bayu, pengendalian itu akan membuat impor berkurang cukup signifikan. Terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulan Juli yang menyatakan bahwa impor lokomotif bernilai cukup besar. Jika tidak mendesak untuk dilakukan impor, lanjut Bayu, maka impor barang-barang semacam tu lebih baik ditunda.

“Saya kira efek impor BUMN besar. Kita sekarang betul-betul mencoba mencari apapun yang bisa kita hemat dari impor, tanpa mempengaruhi dua hal, produktivitas dan kebutuhan pokok. Kalau itu bisa ditunda, coba dilihat prioriticing-nya seperti apa,” jelasnya. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Wajibkan Kartu SIM Divalidasi Pakai NIK dan KK - Batas Akhir 28 Februari 2018

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan validasi nomor SIM pelanggan menggunakan Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. Registrasi ini dilakukan…

Solusi Alami Kendalikan Pemanasan Global di Indonesia

Oleh: Genta Tenri Mawangi Pemanasan global telah menjadi masalah masyarakat dunia, karena dampaknya dianggap tengah terjadi di banyak negara. Dalam beberapa…

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), untuk kali kedua akan menyelenggarakan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…