Bank Panin Siapkan Dana Rp 150 Miliar - Buyback 300 Juta Saham

NERACA

Jakarta – PT Bank Panin Tbk (PNBN) menyiapkan dana sekitar Rp150 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/9).

Disebutkan, rencananya pembelian kembali saham itu akan dilakukan pada 4 September 2013-3 Desember 2013. Jumlah pembelian kembali saham sekitar 214 juta saham-300 juta saham dengan nilai Rp21,4 miliar-Rp30 miliar. Adapun alokasi dana sekitar Rp150 miliar atau 0,1% dari total aset perusahaan untuk pembelian kembali saham tidak terpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan Perusahaan.

Harga pembelian kembali saham Perseroan akan dilakukan di kisaran Rp500 per saham-Rp700 per saham. Perseroan optimistis pelaksanaan kembali saham tidak mempengaruhi pembiayaan kegiatan usaha Perseroan. Hingga kini, perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk menjalankan kegiatan operasional perseroan.

Sebagai informasi, OJK mengeluarkan peraturan OJK Nomor 02/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan. Dalam aturan tersebut, disebutkan perusahaan dapat membeli kembali sahamnya sampai batas maksimal 20% dari modal disetor tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebelumnya, beberapa emiten properti menegaskan belum berencana melakukan buyback saham terkait aturan baru yang dilirik OJK. Sebut saja, PT Intiland Development Tbk (DILD). Perusahaan properti ini masih mengkaji buyback akan dampak untung ruginya terhadap perseroan.

Executive Director Capital and invesment Management PT Intiland Development, Archied Noto Pradono mengatakan, pihaknya masih mengkaji buyback saham, “Kita masih kaji untuk buyback saham, tetapi untuk saat ini masih akan optimalisasi kinerja,”katanya.

Hal yang sama juga dilakukan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang menunda aksi korporasi buyback saham seperti yang diimbau OJK kepada emiten-emiten BUMN. Direktur Keuangan PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santosa mengungkapkan, harga tersebut sedang mengalami undervalue, namun menurutnya hingga saat ini perseroan belum berencana untuk melakukan buy back seperti wacana OJK, “Kami belum ada rencana buy back, baru diwacanakan, kita masih lihat pasar dan timing-nya,\" ungkapnya.

Menurutnya, aksi buy back tersebut tidak menjadi jaminan membuat harga saham lebih stabil dan bisa jadi setelah buy back tapi harga sahamnya tetap turun karena animo sentimen negatif di pasar masih deras, “Kita tunggu waktu yang tepat, hal itu kan susah diprediksi, setelah buy back tetap turun, nanti dimarahin shareholders,\"kata Tulus. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenpar ditargetkan Datangkan 15 Juta Wisatawan Mancanegara

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan sampai Agustus 2017, Kementerian Pariwisata menyebutkan capaian jumlah…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

Bank Sumut Targetkan Kelola Dana Nasabah Prioritas Rp400 miliar

      NERACA   Medan - Bank Sumut menargetkan jumlah nasabah prioritas hingga akhir 2017 mencapai 300 dengan total…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…