Sucorinvest Targetkan Investor Dari Pelajar - Perkuat Investor Lokal

NERACA

Jakarta – Jumlah investor yang masih minim dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura dalam pasar modal, membuat Sucorinvest bergerak untuk menarik sejuta investor terutama dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Pihak Sucorinvest berencana menarik investor dari kalangan pelajar dan mahasiswa dengan menyambangi sekolah maupun kampus. Terdapat 5 kampus swasta di Indonesia yang menjadi target untuk diberikan edukasi mengenai pasar modal.

Diakui Associate Retail Director PT Sucorinvest Asset Management, Ferial Fahmi bahwa program ‘Dicari Sejuta Investor’ secara support untuk memperbesar porsi dana kelolaan khususnya dari ritel yang menjadi landasan pengembangan perusahaannya.

Selain itu, pihaknya mengaku geregetan dengan jumlah investor yang masih jauh lebih rendah dibandingkn negara tetnga seperti Malaysia dan Singapura, “Investasi tidak tumbuh karena memang jumlah investor ritel kita kecil, di Sucorinvest mungkin hanya 10%. Dengan adanya program ini diharapkan mahasiswa dan pelajar tiap bulannya bisa menabung untuk reksadana, minimal Rp100 ribu per bulan”, ujar dia di Jakarta, Rabu (4/9).

Dia juga menjelaskan bahwa salah satu syarat menjadi investor dengan NPWP, bagi pelajar dan mahasiswa yang belum memiliki NPWP dapat menggunakan NPWP orangtuanya. Selain itu, program ini juga mengikuti gerakan cinta pasar modal yang akan diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, manajemen Sucorinvest menilai kinerja pasar modal mengalami guncangan akibat kondisi ekonomi global yang kurang kondusif. Akan tetapi kondisi dia menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik dan investasi saham dan reksadana masih cukup menjanjikan.“Dengan kondisi indeks saat ini yang turun, investor harus membeli saham. Kendalanya saat ini adalah merubah kebiasaan masyarakat dari menabung ke investasi. Dengan edukasi program yang kami canangkan pada 2017 nanti kami targetkan investor ritel mencapai 50%”, jelas dia.

Beberapa strategi yang akan diterapkan yaitu penetrasi pasar, sekitar 2-3 bulan akan melakukan survey ke pasar dan memberi pengetahuan terlebih dahulu kepada orang-orangnya sebelum dilepas di pasar. Kemudia Sucorinvest melakukan kerjasama dengna pihak universitas untuk edukasi.“Dalam mengelola perusahaan sekuritas tidaklah mudah, selain pengetahuan masyarakat yang masih minim, serta partisipasi pemodal Indonesia dalam pasar modal juga masih kurang”, ujar dia.

Selain strategi tersebut, masih ada beberapa hal yang akan ditingkatkan oleh Sucorinvest, yaitu meningkatkan layanan kepada nasabah dan calon nasabah, meningkatkan pengembangan usaha agar pasar ritel terus meningkat, memperkuat iklim pasar modal dan menambah cabang. Saat ini Sucorinvest memiliki 16 cabang yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Sementara itu, Direktur pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Frederica Widyasari Dewi mengharapkan anggota bursa (AB) yang lain bergerak seperti Sucorinvest dan tidak hanya terpusat di BEI untuk menambah jumlah investor.

Menurutnya, dengan adanya pecahan Rp100 ribu per bulan untuk reksadana sangatlah bagus bagi industri pasar modal,”Kami juga berencana mengundang sekitar 5.000 calon investor dari buruh dan mahasiswa, tetapi belum dapat tempat yang cukup untuk undang orang sebanyak itu. Kemungkinan akan terealisasi tahun depan,”ungkapnya. (nurul)

Related posts