Kurangi Beban Produksi PLN, Tarif Listrik Bakal Naik di 2014

Kamis, 05/09/2013

NERACA

Jakarta – Pemerintah berencana akan menaikkan tarif dasar listri di 2014. Alasannya agar konsumen bisa membayar listrik sesuai dengan harga keekonominannya. Hal tersebut seperti yang dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik saat rapat dengar pendapat sektor kelistrikan dengan komsi VII DPR, di gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/9).

Menurut Jero, peluang untuk menaikkan tarif listrik tahun depan cukup terbuka. Namun, kenaikan tersebut hanya terjadi pada pengguna golongan tertentu saja. "Kenaikan tarif listrik tahun depan kemungkinan ada. Tapi untuk golongan tertentu, seperti golongan orang kaya. Tapi ini akan dibahas lagi nanti," kata Jero.

Jero beralasan dengan kenaikan tarif listrik tersebut agar pelanggan yang dikatakan golongan mampu seperti pada golongan R3, B2, B3 dan P1 bisa membayar listrik sesuia dengan harga keekonomiannya. "Kita belum usulkan cuma ada pemikiran, perlu tambahan biaya PLN jangan dibebankan pada rakyat miskin. Tapi pada yang mampu, pada yang punya kolam renang, dikurangi sekecil mungkin," ungkapnya.

Menurut Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, rencana kenaikan tarif lsitrik tersebut seiring dengan terpengaruhnya listrik terhadap harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan dolar. "Prinsipnya begini, itu kan listrik tergantung pada ICP dan dolar As. Kalau dolar naik kan listriknya naik. Untuk golongan kaya kan bayar listriknya sesuai dengan dolar," tutur Jarman.

Maka jika kedua unsur tersebut naik maka beban produksi PLN akan naik, dengan demikian akan direncanakan pembayaran TDL untuk golangan mampu akan diberlakukan seperti harga Pertamax. "Bayar listriknya tergantung dolarnya berapa saat itu. Kalau dolar turun, bayar listriknya jg turun. Usulan tarif yang baru nanti disesuaikan dgn icp dan dolar, jadi fluktuatif, kaya harga pertamax," ungkapnya.

Pada 2013, pemerintah telah menaikkan tarif listrik rata-rata 15%. Kenaikan tersebut diterapkan setiap tiga bulan sekali dengan rata-rata 4,3% yakni per 1 Januari, 1 April, 1 Juli, dan 1 Oktober. Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No 30 Tahun 2012 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan PLN. Berdasarkan keputusan tersebut, seluruh golongan pelanggan listrik mengalami kenaikan tarif kecuali 450 VA dan 900 VA.

Dampak Inflasi

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, menyarankan, pemerintah lebih bijak menerapkan kebijakan, khususnya pangan untuk mencegah inflasi lebih tinggi pada bulan depan. "Yang perlu dipikirkan adalah saat harga bahan-bahan pangan masih tinggi, jangan ditambah dengan tarif listrik yang naik maka bisa berdampak pada inflasi," ujarnya.

Menurut dia, meski kecil, kenaikan tarif listrik tetap mempunyai dampak terhadap kenaikan inflasi. Oleh sebab itu, apabila pemerintah tidak bisa menstabilkan harga selama April mendatang dikhawatirkan inflasi akan tetap tinggi.

Enny mengatakan, tarif listrik menjadi salah satu komponen penting dalam biaya produksi sebuah industri dengan porsi 15 - 20%. Kebiasaan di Indonesia, jika biaya produksi naik maka harga barang-barang industri dipastikan juga akan naik. "Disini pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan untuk menyeimbangkan kenaikan harga tersebut,” katanya.

Namun demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak akan berpengaruh banyak terhadap inflasi. Jika mengacu pada kenaikan yang sudah dimulai sejak Januari dan April 2013 ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kenaikan inflasi.

Deputi bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan kenaikan TTL ini bukan merupakan hal baru. Sebab pemerintah sudah menaikkan TTL sejak 1 Januari 2013. Kenaikan TTL tahap kedua dari empat tahap yang direncanakan dalam setahun. "Pengaruhnya kecil sekali ke inflasi, hanya 0,1%," kata Sasmito.

Sasmito menambahkan kenaikan TTL ini memang akan memukul khususnya untuk industri usaha kecil dan menengah. Dampaknya bisa menambah biaya produksi hingga 20% ke harga penjualan produk atau jasanya. Namun Sasmito menjelaskan dampak kenaikan TTL tersebut biasanya hanya terjadi di awal rencana kenaikan TTL, khususnya di Januari 2013. "Ini kan sudah direncanakan (naik per tiga bulanan). Jadi dampaknya hanya besar di awal, selanjutnya akan biasa saja," tambahnya.

Hari ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang menaikkan TTL untu tahap kedua sebesar 4,3%. Rencana kenaikan TTL akan dilakukan pada Juli dan Oktober mendatang dengan nilai kenaikan yang sama. Secara setahun, kenaikan TTL akan mencapai 15%.