Benakat Petroleum Jual Saham Senilai US$78,5 juta

Kamis, 05/09/2013

NERACA

Jakarta- PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) akan menjual sahamnya kepada Goldwater Indonesia Inc.(GII) senilai US$78,5 juta. Hal ini dilakukan seiring penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli saham bersyarat (PJBB) antara perseroan dengan Goldwater Indonesia Inc. (GII) selaku pembeli. Informasi ini disampaikan Direktur Utama BIPI, Muhammad Suluhuddin Noor dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (4/9).

Disebutkan, berdasarkan perjanjian tersebut perseroan akan menjual dan mengalihkan kepada Goldwater Indonesia atas seluruh saham milik perseroan dalam PT Benakat Oil dan PT Indelberg Indonesia yang merupakan anak perusahaan. Sementara Goldwater Indonesia berjanji akan membeli dan menerima pengalihan dari perseroan atas saham tersebut dengan nilai transaksi mencapai US$78,5 juta.

Pengalihan saham anak perusahaan dari perseroan kepada Goldwater Indonesia Inc. akan menjadi efektif setelah dipenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan pada perjanjian pengikatan jual beli saham ini. Namun tidak terbatas kepada diperolehnya persetujuan berdasarkan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada Interra Resources Limited, selaku induk usaha Goldwater Indonesia Inc.

Pihak menajemen menegaskan, pemenuhan seluruh perizinan dan persetujuan berdasarkan anggaran dasar perseroan dan anak perusahaan dan peraturan perundang-undangan dan pasar modal yang berlaku kepada perseroan. Tercatat, Goldwater Indonesia Inc. (GII) merupakan perusahaan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum British Virgin Islands yang merupakan anak usaha dari Interra Recources Limited, perusahaan terbuka di Singapura.

Sebelum melakukan transaksi ini, manajemen perseroan mengaku telah merampungkan akuisisi perusahaan infrastruktur batubara PT Astrindo Mahakarya Indonesia (AMI) pada 25 Juni lalu. Informasinya, transaksi ini bernilai US$ 600 juta dan dibiayai dari berbagai sumber antara lain internal kas perusahaan sebesar US$ 116 juta.

Selain itu, juga ditopang dari hasil penjualan Benakat Patina sebesar US$ 105 juta dan sisanya sebesar US$ 379 juta dibiayai dari berbagai sumber pinjaman antara lain pinjaman dari Bank Credit Suisse Singapore, Bank RZB, Poseidon dan Ciptadana. Dengan selesainya akuisisi ini, pihak manjemen optimistis dapat meningkatkan kinerja perseroan ke depan. Targetnya, perseroan dapat membukukan pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 720 miliar pada tahun 2013.“Kami berharap, dengan telah diakusisinya AMI dapat meningkat kinerja BIPI menjadi jauh lebih baik di tahun‐tahun mendatang sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dari para stakeholder kami,” kata Muhammad Suluhuddin Noor.

(lia)