PANTAI PANGANDARAN KAWASAN STATEGI WISATA Peninggal Sejarah Ditemukan di Leuwi Lisung

Sukabumi – Baru-baru ini warga masyarakat Baros Kota Sukabumi, menemukan peninggalan sejarah berupa batu tulis. Batu tulis yang di temukan warga, Sabtu (2/7) itu, tepatnya di Leuwi Lisung Sungai Cimandiri, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Karuan saja diketemukannya benda bersejarah tersebut, membuat geger warga masyarakat, khususnya di Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, dan sekitarnya. Karena benda bersejarah tersebut bukan hanya satu, akan tetapi ada 50 jenis, diantaranya batu tulis, serta batu-batu berbentuk hewan dan gunung.

NERACA

Warga masyarakat yang menemukan batu benilai rsejarah itu, segera saja menghubungi Ketua Museum Sunda Islam Prabu Siliwangi (MSIPS) Kota Sukabumi, sekaligus sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir AL-Fath Kota Sukabumi, dan Ketua STIE PASIM Sukabumi, DR Fajar Laksana.

Setelah mendapat laporan dari warga masyarakat tentang penemuan benda bersejarah tersebut, Ketua MSIPS Kota Sukabumi beserta delapan tim santri Pondok Pesantren Dzikir AL-Fath Kota Sukabumi, langsung menuju tempat ditemukannya benda-benda tersebut.

Setelah sampai ke tempat yang dituju, Ketua MSIPS Kota Sukabumi beserta delapan tim santri Pondok Pesantren Dzikir AL-Fath Kota Sukabumi, langsung melakukan proses evakuasi, sekaligus memindahkannya ke MSIPS Kota Sukabumi, tepatnya di Komplek Perumahan Panggon Mas Sukabumi, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Adapun proses evakuasi terhadap benda-benda bersejarah tersebut, disaksikan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, Beni Haerani, unsur Muspika Baros, dan warga masyarakat setempat.

Kawasan Strategi Wisata

Menurut DR. Fajar Laksana, batu prasasti berwarna hitam dan penuh lumut hijau serta berukuran 40 X 30 centi meter tersebut, bertuliskan huruf dan bahasa Sunda kuno, yakni bahasa Padjadjaran, yang diberi lambang air dan gunung, sebagai lambang Tirta Laksamana.

Sedangkan tulisan yang terdapat dalam batu tersebut, yakni Sakala parit, sriya dud riji magha witir nadil nawangsa saliara, pikeun jeneng tirta. Adapun arti dari tulisan dan bahasa tersebut, yakni kemana yang adil, yang bisa memberikan janji pada penguasa air.

Sementara itu, Pantai Pangandaran yang terletak di Kabupaten Ciamis, merupakan satu-satunya daerah wisata di Jawa Barat yang terpilih menjadi Kawasan Stategi Wisata Nasional. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, Herdiwan.

“Tentang Pantai Pangandaran ini kemarin kami telah melakukan rapat terakhir di Jakarta, dan menjadi satu satunya objek wisata pantai di Prov Jabar yang terpilih dunia menjadi Kawasan Stategi Wisata Nasional,” ujar Herdiawan.

Alasan dipilihnya Pantai Pangandaran sebagai Kawasan Stategi Wisata Nasional, menurut Herdiawan, karena memiliki kelebihan di banding daerah lain. “Mereka menilai dalam rapat ybl itu, Pantai Pangandaran mempunyai nilai plus dari Bali sekalipun, itu kan orang wisata yang ngomong. Ini akan dijadikan Peraturan Pemerintah,” tutur Herdiawan..

Kalau Peraturan Pemerintah mengenai penunjukan Pantai Pangandaran sebagai Kawasan Stategi Wisata Nasional sudah diterbitkan, lanjut dia, maka segala kebutuhan anggaran untuk penataan kawasan tersebut seluruhnya akan dilakukan pusat. “Demkian pula dengan segala anggaran pembangunan infrastrukutr untuk Pangandaran, ke depan akan ditentukan oleh pemerintah dari pusat dan kita tinggal menikmatinya saja,” pungkas Herdiwan.

BERITA TERKAIT

Merindukan Kemacetan di Kawasan Puncak

Hujan lebat mengawali Sabtu (11/2) pagi di kawasan Puncak Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Usai hujan reda, matahari mulai menampakkan…

Pemkot Sukabumi Bangun 34 Kios Wisata Kuliner - Dapat Dana CSR dari BJB

Pemkot Sukabumi Bangun 34 Kios Wisata Kuliner Dapat Dana CSR dari BJB NERACA Sukabumi - PT. Bank Jabar Banten (BJB)…

3 Kawasan Ekonomi Khusus Tak Jelas Operasinya

NERACA Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan terdapat tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) yang telah diusulkan sebagai…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Dandim 0607/Kota Sukabumi Coffee Morning Bersama Pimpinan Bank

Dandim 0607/Kota Sukabumi Coffee Morning Bersama Pimpinan Bank NERACA Sukabumi - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0607/Kota Sukabumi Letkol Mahfud As'ad,…

DPRD Banten Segera Finalisasi Perda BUMD Agrobisnis

DPRD Banten Segera Finalisasi Perda BUMD Agrobisnis NERACA Serang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten segera menyelesaikan pembahasan usulan…

Dishub Sukabumi Siap Pasang Stiker Angkutan Online Yang Berizin

Dishub Sukabumi Siap Pasang Stiker Angkutan Online Yang Berizin  NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi akan memberikan tanda…