Jaga Loyalitas, Semen Indonesia Gelar Temu Pelanggan

Penjualan Area IV Capai 550 Ribu Ton

Kamis, 05/09/2013

NERACA

Kediri - Sebagai bentuk kepedulian kepada loyalitas konsumen dan pelanggan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk secara intens terus menggandeng para pelanggan atau peritel Semen Gresik di berbagai wilayah dengan acara temu pelanggan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Kediri, Rabu (4/9).

Kata Kepala Departemen Pengembangan Pemasaran Semen Indonesia, Rudi Hartono, sebagai pemimpin pasar di Industri semen, perseroan dituntut untuk membuat pelanggan nyaman dan selalu terpuaskan, “customer-centric, Itu kunci kami bisa terus mempertahankan penguasaan pasar di industri semen nasional yang semakin kompetitif,”ujarnya.

Dia mengungkapkan, dalam temu pelanggan dan peritel di area IV terdiri dari Kediri, Jombang, Blitar, Nganjuk, Trenggalek, dan Tulungagung. Terdapat sedikitnya 600 peritel atau pelanggan yang mengikuti acara tersebut. Dia juga menjelaskan, acara temu pelanggan dimaksudkan sebagai salah satu program retensi (retention program) untuk menjaga loyalitas para pelanggan/peritel.

Selain itu, perusahaan juga memberikan apresiasi kepada pelanggan/peritel berprestasi yang mampu membukukan penjualan semen dalam jumlah tertentu,”Kami ingin membangun relationship jangka panjang dengan pelanggan atau peritel yang merupakan toko-toko penjual produk kami. Mereka punya peran penting untuk menjamin distribusi produk kami hingga sampai ke masyarakat," jelasnya.

Sementara Kepala Departemen Penjualan, Ketut Arsha Putra mengungkapkan, kinerja penjualan Semen Indonesia daerah area IV sendiri terus meningkat. Mulai Januari-Agustus 2013, penjualan semen di wilayah tersebut mencapai 550.357 ton. Kediri masih memegang porsi terbesar di Area IV dengan penjualan mencapai 155.374 ton.

Adapun di Jatim, selama Januari-Juli 2013, penjualan semen semua merek mencapai 4,13 juta ton. Dari angka itu, Semen Indonesia berhasil menguasai market share sebesar 72,5 persen, “Pada awal Semester II ini kami telah mengoperasikan fasilitas penggilingan baru di pabrik kami yang berada di Tuban dengan kapasitas 1,5 juta ton untuk mengatasi kekurangan pasokan. Sehingga, pelanggan/peritel tidak perlu khawatir tentang jaminan pasokan semen," tuturnya.

Kinerja Keuangan

Sementara di semester pertama tahun ini, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang menggembirakan. Laba bersih tercatat Rp2,58 triliun atau Rp 436 per saham atau meningkat 22,9% dari periode yang sama tahun 2012. Pertumbuhan laba bersih Semen Indonesia sejalan dengan pencapaian pendapatan yang tercatat sebesar Rp11,4 trilliun atau meningkat 31,9% dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp8,6 trilliun.

Pendapatan tersebut didukung oleh total volume penjualan semen yang tercatat sebesar 12,23 juta ton atau meningkat 18,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 10,32 juta ton, yang terdiri dari volume penjualan dalam negeri sebesar 12,14 juta ton (meningkat 18,0%) dan penjualan ekspor sebesar 0,09 juta ton (meningkat 170%).

Sementara itu volume penjualan semen nasional (industri) tumbuh 7,5% menjadi 27,83 juta ton dibanding periode sebelumnya yang tercatat sebesar 25,89 juta ton. Peningkatan penjualan Semen Indonesia yang melampaui pertumbuhan industri didukung oleh beroperasinya Pabrik Tuban IV dan Tonasa V dan semakin solidnya sinergi khususnya di bidang marketing dan distribusi di Semen Indonesia Group, sehingga market share domestik kami mampu meningkat menjadi 43,6% dari tahun lalu sebesar 40,9%. Kami akan terus memperluas pasar dari tahun ke tahun.

Sebagian besar pendapatan Perseroan berasal dari pasar dalam negeri sebesar Rp10,91 triliun atau setara dengan 95,53% dari total pendapatan di semester I tahun ini, atau meningkat 26,42% dibandingkan posisi penjualan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,63 triliun.

Dari pasar dalam negeri, komposisi pendapatan Semen Indonesia yang berasal dari pelanggan di Jawa dan luar Jawa hampir berimbang. Di semester I 2013, pasar Jawa menyumbang pendapatan senilai Rp 5,72 triliun (52,43% dari total penjualan domestik), sedangkan konsumen di luar Jawa berkontribusi terhadap pendapatan sebesar Rp 5,19 triliun atau sebesar 47,57% dari total penjualan domestik.

Selain mempertahankan dominasi di pasar dalam negeri, Semen Indonesia terus berupaya menggenjot penjualan ke pasar luar negeri, terutama negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Sepanjang Januari hingga Juni tahun ini, Semen Indonesia berhasil mencatatkan pendapatan di pasar luar negeri sebesar Rp 511,64 miliar. Jumlah ini melonjak hampir 170% dibandingkan penjualan luar negeri di semester I tahun lalu yang hanya sebesar Rp 30,34 miliar. (bani)