Inovasi LIXIL Corporation Untuk Kehidupan Lebih Baik

Komitmen Eco Living

Kamis, 05/09/2013

NERACA

Jakarta – Industri properti tahun ini mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat, pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Disebutkan, pertumbuhan kelas menengah ini juga menyebabkan kebutuhan residensial yang terus bertambah. Setidaknya, 800 ribut unit rumah dibangun setiap tahun. Selain itu, populasi Indonesia juga menjadi faktor berkembangnya bisnis properti. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi dan profil angkatan kerja menurut umur didominasi oleh usia produktif. Rinciannya, umur 25-29 tahun sebesar 15,34%, 30-34 tahun sebesar 16,25%, dan 35-39 tahun sebesar 14,76%.

Presiden Direktur PT American Standard Indonesia-LIXIL Corporation, Iwan Dwi Irwanto mengatakan, terus bertumbuhnya pasar properti Indonesia sekitar 20% setiap tahun menjadi pasar yang menjanjikan untuk berinvestasi baik untuk jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Melihat potensi pasar tersebut, LIXIL Corporation, perusahaan global asal Jepang yang memproduksi dan menyediakan berbagai bahan yang digunakan dalam pembangunan gedung, kelengkapan rumah dan pelayanan-pelayanan yang terkait dengan produksi saniter American Standard mulai ekspansi ke ranah properti,”Kehadiran kami di Indonesia ingin menyajikan yang terbaik dan juga untuk mendorong pertumbuhan konstruksi sektor properti," ujar Iwan.

Menurutnya, terus meningkatnya pertumbuhan sektor properti dan konstruksi dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan solusi yang ditawarkan dalam berbagai keunggulan, seperti desain, kualitas, dukungan layanan purna jual, serta teknologi ramah lingkungan akan mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

Kata Iwan, kehadiran LIXIL di Indonesia melalui PT.American Standard Indonesia adalah dalam upayanya pengembangan usaha dengan menyediakan solusi berkualitas untuk bangunan perumahan, perkantoran dan lingkungan dan tempat tinggal secara komprensif dan tetap ramah lingkungan. Salah satu inovasi yang dilakukan perseroan melalui Divisi R&D American Standard yaitu, menggabungkan teknologi efisiensi pemanfaatan air dengan estetika tinggi. Dengan menekan tombol keran maka secara otomatis mengaktifkan sensor penghematan 3/4,5 liter air toilet dan 1 liter urinal. Selain itu American Standard juga menggunakan material daur ulang yang sesuai dengan misi kepedulian lingkungannya.

Dia menambahkan, komitmen LIXIL peduli terhadap lingkungan, tidak hanya mengikuti tren saja tetapi juga misi mengajak masyarakat mengubah gaya hidupnya lebih ramah lingkungan. Hal senada juga disampaikan Direktur Pemasaran LIXIL Corp, Arfindi Batubara, kehadiran produk LIXIL melalui brand ternama American Standard Indonesia tidak hanya ingin dikenal dengan produk ramah lingkungan tetapi juga smart sehingga dapat menghemat penggunaan air.

Teknologi Canggih

Dia menjelaskan, LIXIL Corporation di Indonesia melalui PT American Standard Indonesia mewujudkan gaya hidup yang ramah lingkungan melalui dua pendekatan, yaitu penerapan teknologi untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan dan pemilihan desain yang cantik. LIXIL percaya bahwa konsep tersebut akan membentuk cara pandang dasar dalam pembangunan proyek di masa depan.

Asal tahu saja, di Indonesia konsep eco living mulai diterapkan oleh kalangan pengembang, profesional di bidang konstruksi dan properti, seperti arsitek dan kontraktor dan para pemilik rumah yang menginginkan keunggulan desain dan fungsionalitas berkualitas tinggi. Konsep Eco Living sendiri merupakan konsep gaya hidup yang mengutamakan kelestarian alam sekitar rumah dan ramah lingkungan. LIXIL percaya bahwa konsep tersebut akan membentuk cara pandang dasar dalam pembangunan proyek di masa depan.

Saat ini industri produk saniter menyiapkan produk yang mengajak masyarakat mengubah gaya hidupnya. Terutama soal kecerdasan memilih produk saniter yang hemat dalam pemakaian air. Menurut Ossiatzki, konsultan desain, interior, furniture, dan desain industri, produk industri menyiapkan produk massal untuk mengajak masyarakatnya mengubah gaya hidup. Sepeti produk eco living. Meski dalam prakteknya kebanyakan produk yang dianggap produsennya memiliki gaya hidup hijau itu hanya mengedepankan gimmick atau memenuhi unsur marketing saja. “Tidak menyentuh ke substansinya,” kata Oki

Dia menyebut, produk saniter yang ada di Jepang amat baik dari sisi hemat air dan kebersihannya. Produk eco living sebaiknya juga diikuti oleh pola cerdas dalam mengadaptasinya. Menurutnya, hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu dalam rangka mencapai apa yang disebut sebagai green living adalah bagaimana membuat lingkungan lebih sehat. Desain rumah dan material yang digunakan juga memberikan andil terhadap terciptanya green living, “Sebut saja soal ketinggian plafon rumah, harus diperhatikan. Agar meminimalisasi penggunaan AC dan meningkatkan sirkulasi udara di dalam rumah,” ungkapnya.

Selain itu, pemilik rumah juga harus memperhatikan material bangunan yang digunakan saat akan membangun sebuah rumah. Menurutnya, agar lebih efisien dari sisi waktu dan biaya, sebaiknya menggunakan bahan bangunan yang sudah jadi. Alasannya, karena tentunya sudah memiliki standar tertentu. Sebagai informasi, saat ini lini 95% produk Lixil jumlah terbesarnya masih saniter. Sementara sisanya adalah produk decorative tiles dan dapur.