Bank Sampoerna Klaim Berdampak Kecil - Pelemahan ekonomi Indonesia

NERACA

Jakarta - Terkait dengan pelemahan ekonomi yang saat ini terjadi di Indonesia, PT Bank Sahabat Sampoerna menjelaskan beberapa dampak kecil sudah mulai terlihat, seperti kecenderungan naikknya non performing loan (NPL) di Bank Sampoerna. “Memang ada kecenderungan, tapi lebih ke keterlambatan mereka melakukan pembayaran. tapi polanya sudah terlihat secara paralel. Antisipasi kami melakukan seleksi yang lebih ketat seperti koreksi harian maupun mingguan. Ini terus kita monitoring,” ungkapDirektur Utama Bank Sahabat Sampoerna, Indra W Supriadi di Jakarta, Rabu (4/9).

Indra menungkapkan, Bank Sampoerna pada September mendatang akan menaikkan suku bunga kredit sebesar 50 hingga 70 bps. “Bunga kredit pasti naik, walaupun Agustus kemarin belum, kenaikkan ini untuk semua jenis kredit, tapi porsinya berbeda-beda misalnya untuk rekening Koran mungkin lebih tinggi dari pinjaman,” imbuh dia.

Indra juga menjelaskan, posisi NPL perseroan pada bulan Juni 2013 secara gross mencapai 1,25% sedangkan net sebesar 1,15%. “Sedangkan untuk Agustus 2013 kami perkirakan sebesar 1,27%,” tambah dia. Sedangkan untuk jumlah aset jika ditotal, Bank Sampoerna memiliki aset sebesar Rp1,7 triliun pada Desember 2012. “Untuk Juni Rp2,2 triliun, meningkat sekitar Rp500 miliar, ini sudah dikisaran 20 persen dalam kurun waktu 6 bulan,” imbuh Indra.

Demi meningkatkan pelayanan terhadap nasabah, perseroan berencana meluncurkan produk e banking. “Kita tunggu dalam dua minggu ke depan untuk mendapat kepastian izin dari Bank Indonesia (BI), sebenarnya kami sudah memenuhi persyaratan yang diperlukan,” kata Indra.

Indra menilai nasabah Bank Sampoerna memang membutuhkan layanan seperti e banking untuk mempermudah transaksi. “Nasabah kita semakin banyak, mereka juga menginginkan layanan e banking untuk mempermudah akses, selain itu e banking juga investasinya murah, hanya software saja,” kata Indra.

Lebih lanjut, Indra menjelaskan, saat ini perseroan telah memiliki nasabah yang dilayani secara langsung atau nasabah direct sebanyak 3ribu orang, dengan 12 kantor cabang. Sementara untuk nasabah indirect yang dilayani Koperasi yang dibiayai oleh Bank Sahabat mencapai 27ribu nasabah dengan 120 cabang. “Jadi kalau di total jumlah nasabah kita sekitar 30 ribuan,” tutur Indra.

Selain e banking, perseroan juga berencana untuk mengikuti program Branchless Banking, ini mereka lakukan untuk mempermudah akses memasuki pedesaan. “Ini adalah bagaimana caranya kita untuk masuk ke sub urban pedesaan dan melayani orang yang tidak sempat terlayani oleh industri keuangan akibat keterbatasan sumber dana, ya kita urusi wong cilik lah pokoknya,” tutur Indra.

Dalam rangka menyambut hari Pelanggan Nasional, Bank Sampoerna memberi layanan istimewa bagi nasabah yakni transaksi yang berlangsung dilakukan oleh Jajaran Direksi. Indra mengatakan hal ini dilakukan karena Bank Sampoerna mengganggap pelanggan adalah sahabat. Perseroan menginginkan bersama nasabah untuk maju dan mencapai kesejahteraan bersama. [sylke]

BERITA TERKAIT

IMF: Perang Dagang AS-China Tingkatkan Risiko - PENGUSAHA KHAWATIR PERLAMBATAN EKONOMI

Jakarta-Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) mengingatkan, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan perang dagang dengan China dapat meningkatkan…

Bahayakah Ekonomi Bebas?

Kebebasan ekonomi digambarkan sebagai kebebasan warga di satu negara untuk bekerja, berproduksi, mengonsumsi, dan melakukan investasi dengan cara yang dia…

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…