IHSG Belum Beranjak Dari Sentimen Negatif

Kamis, 05/09/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 90,557 poin (2,17%) ke level 4.073,455. Sementara Indeks LQ45 jatuh 17,786 poin (2,57%) ke level 673,608,”IHSG ditutup melemah seiring dengan sentimen negatif dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah menyusul pernyataan pejabat partai Republik AS yang mendukung rencana Presiden Obama untuk mengambil aksi militer terhadap Suriah," kata Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Rabu (4/9).

Dia menambahkan, rencana aksi militer itu menutup sentimen positif dari data manufaktur AS serta beberapa data ekonomi lainnya dari Eropa dan China. Dia juga mengatakan mata uang rupiah yang masih dalam tren pelemahan terhadap dolar AS masih menjadi sentimen negatif bagi indeks BEI.

Dirinya memproyeksikan, indeks BEI Kamis akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran kisaran 4.060--4.150 poin. Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, tekanan yang terjadi di bursa saham domestik dapat digunakan sebagai kesempatan beli saham secara bertahap untuk mengantipasi terjadi penguatan secara teknikal."Pelaku pasar juga disarankan melihat perubahan kurs rupiah yang dapat mendorong aksi jual menjadi lebih agressif," katanya.

Pada perdagangan kemarin, tak hanya investor asing, pemain lokal juga ikut melepas saham. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 168,67 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 170.200 kali pada volume 5,235 miliar lembar saham senilai Rp 4,568 triliun. Sebanyak 74 saham naik, sisanya 191 saham turun, dan 72 saham stagnan.

Data ekonomi China yang positif membuat beberapa bursa Asia balik arah ke zona hijau setelah pagi tadi kompak melemah. Bursa saham China dan Jepang berhasil menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 350 ke Rp 4.650, Sepatu Bata (BATA) naik Rp 210 ke Rp 1.060, Indah Kiat (INKP) naik Rp 140 ke Rp 1.200, dan Medco (MEDC) naik Rp 125 ke Rp 2.675.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 35.600, Unilever (UNVR) turun Rp 950 ke Rp 30.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 15.750, dan Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 29.400.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 82,285 poin (1,98%) ke level 4.081,727. Sementara Indeks LQ45 jatuh 16,832 poin (2,43%) ke level 674,562. Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa melemah, hanya sektor tambang yang berhasil naik berkat aksi beli selektif. Investor asing kembali melepas saham.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 106.989 kali pada volume 3,593 miliar lembar saham senilai Rp 2,7 triliun. Sebanyak 59 saham naik, sisanya 186 saham turun, dan 51 saham stagnan. Pergerakan bursa regional tidak banyak berubah hingga sesi pertama, masih terjebak di zona merah. Bursa saham domestik berada di urutan pertama dengan koreksi paling dalam.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 350 ke Rp 4.650, Sepatu Bata (BATA) naik Rp 210 ke Rp 1.060, Medco (MEDC) naik Rp 150 ke Rp 2.700, dan Trikomsel (TRIO) naik Rp 110 ke Rp 1.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.000 ke Rp 30.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 1.000, Matahari (LPPF) turun Rp 750 ke Rp 10.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 600 ke Rp 65.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 20,28 poin atau 0,49% ke posisi 4.143,74, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 5,16 poin (0,75%) ke level 686,24. Kata Yuganur Wijanarko, indeks BEI kembali tertekan didorong oleh pelaku pasar yang mengambil posisi aksi jual saham setelah mengalami penguatan pada hari sebelumnya,”Aksi jual kembali menghentikan pergerakan indeks BEI lebih tinggi, dengan kondisi pasar yang kurang menentu diharapkan investor berhati-hati dalam menentukan investasi," kata dia.

Karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan Rabu ini diantaranya PT Kalbe Farma (KLBF), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Astra International (ASII), PT Timah (TINS).

Sementara analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan, melemahnya indeks BEI seiring dengan bursa saham di kawasan Asia didorong oleh sentimen negatif dari semakin terbukanya kemungkinan AS melakukan operasi militer ke Suriah, “Sentimen negatif dari dalam negeri yakni pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menambah tekanan terhadap indeks BEI," kata dia.

Meski demikian, lanjut dia, terdapat beberapa sektor saham yang diuntungkan oleh depresiasi rupiah terhadap dolar AS itu seperti pertambangan dan minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan kembali menguat. Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 161,14 poin (0,72%) ke level 22.233,44, indeks Nikkei-225 turun 94,77 poin (0,66%) ke level 13.885,54, dan Straits Times melemah 29,82 poin (0,98%) ke posisi 3.024,63. (bani)