Terkait Krisis Utang Eropa, Rupiah Menguat

Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (7/7) ditutup menguat 7 poin (0,08%) ke level 8.532/8.535 per dolar AS dari posisi kemarin 8.539/8.549. Sementara itu menurut yahoofinance, rupiah berada di level Rp8.537 dengan kisaran perdagangan harian mencapai Rp8.527-Rp8.542 per US$. Untuk mata uang yang lain seperti euro berada di level US$1,4311 per euro, sementara yen berada di level 80,9650 yen per US$.

Nilai dolar pada perdagangan kali ini terpengaruh kabar dari the Institute for Supply Management (ISM) indeks untuk sektor non manufaktur AS yaitu jasa melemah dari 54,6 pada bulan Mei menjadi 53,3 pada bulan Juni. Realisasi tersebut juga lebih rendah dari ekspektasi konsensus survei yaitu 53,7.

Penurunan ini berbeda dengan indeks manufaktur yang dikeluarkan ISM sebelumnya yang justru naik. Padahal sektor jasa ini memberikan kontribusi 90 persen dari PDB AS. Pelemahan ini dipercaya bersifat sementara, dan diperkirakan membaik pada semester kedua seiring dengan melemahnya harga komoditas dan membaiknya ekonomi Jepang.

Sedangkan menurut periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh optimisme pasar bahwa krisis utang zona euro akan terselesaikan. Namun, pasar juga ingin menyaksikan komentar dari European Central Bank (ECB) berpendapat sama dengan pasar soal bailout Yunani yang akan diberikan pada 15 Juli 2011.

Tapi, imbuhnya, jika dilihat dari pergerakannya secara umum, rupiah konsolidasi menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) ECB nanti malam itu. "Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terkuatnya 8.532 dan 8.540 sebagai level terlemahnya,” katanya di Jakarta, Kamis.

Di sisi lain, lanjut Firman, pasar juga menantikan data non-farm payroll AS dan tingkat pengangguran negara adidaya itu yang akan dirilis Jumat (8/8). "Karena itu, baik trader maupun investor tidak ingin mengambil posisi terlampau banyak," timpalnya.

Walapun, ucap Firman, perkembangan di Eropa hari ini sedikit negatif seiring downgrade peringkat utang Portugal oleh Moodys Investor Service ke level sampah. "Lalu, kemarin Moodys juga memangkas peringkat kredit perbankan Portugal," imbuhnya.

Pada saat yang sama, China menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke level 6,56% dari sebelumnya 6,31%. "Jadi, sentimen global agak negatif," ungkapnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama sehingga indeks dolar AS naik ke level 75,30 dari sebelumnya 74,982 termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Terhadap euro, dolar AS menguat tipis ke level US$1,4315 dari level penutupan US$1,4316," imbuh Firman.

BERITA TERKAIT

BI : Dolar Tekan Rupiah Hingga Akhir 2018

      NERACA   Jakarta - Keperkasaan dolar AS terus menekan nilai tukar Rupiah dan mata uang negara lain…

Polri Minta Dukungan DPR Terkait Anggaran 2019

Polri Minta Dukungan DPR Terkait Anggaran 2019 NERACA Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta dukungan Komisi III DPR…

Rupiah Loyo, Laba Bersih KIJA Menyusut 75%

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2018 sekitar 75% atau berkurang Rp 15…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…