12 Perusahaan Bantu Pemprov DKI Rehabilitasi Mangrove

Melalui partisipasi berbagai pihak, khususnya dari para pelaku bisnis melalui program CSR. Pemprov DKI Jakarta berupaya mempertahankan kawasan hutan Mangrove, sebagai alat pemicu pertumbuhan ekonomi untuk pembangunan serta area perlindungan pantai dan menciptakan “Jakarta Hijau”

NERACA

Banyak ruang terbuka hijau di Jakarta kini berganti fungsi. Salah satunya adalah Hutan Mangrove. Kerusakan pohon Mangrove di wilayah pesisir Jakarta diakibatkan oleh tingginya pencemaran di perairan, yang antara lain disebabkan oleh limbah rumah tangga, limbah cair dan limbah industri.

Tak ayal, limbah cair seperti detergent dan tumpahan minyak di perairan menyebabkan berkurangnya difusi oksigen dan udara, sehingga mengganggu respirasi akar pohon Mangrove. Sedangkan limbah padat, seperti limbah rumah tangga dan limbah industri, yang meliputi sampah plastik, botol-botol styrofoam dan sebagainya menutupi akar-akar tanaman, sehingga mengakibatkan kematian pohon Mangrove.

Padahal hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi ekosistem hutan, air dan alam sekitarnya. Secara Biologi hutan mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai tempat hidup (berlindung, mencari makan, pemijahan dan asuhan) biota laut seperti ikan dan udang), sumber bahan organik sebagai sumber pakan konsumen pertama (pakan cacing, kepiting dan golongan kerang/keong), yang selanjutnya menjadi sumber makanan bagi konsumen di atasnya dalam siklus rantai makanan dalam suatu ekosistem, dan tempat hidup berbagai satwa liar.

Secara fisik hutan mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai penahan intrusi (peresapan) air laut, penahan angin, menurunkan kandungan gas Carbondioksida (CO2) di udara, bahan-bahan pencemar di perairan rawa pantai, dan yang terpenting adalah sebagaipenahan abrasi pantai.

Pernah dalam suatu kesempatan, Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim mengatakan, tiap tahun pulau di Indonesia tenggelam oleh air laut. Tenggelamnya pulau tersebut karena makin naiknya permukaan air laut.

Fenomena itu, lanjut Emil Salim, juga menimpa pulau-pulau kecil di berbagai belahan dunia. Untuk itu perlu diupayakan cara untuk meminimalisir pengaruh perubahan iklim (climate change) yang berakibat pada naiknya permukaan air laut ini dengan menggalakkan penanaman hutan Mangrove. Menurut Emil, pentingnya melakukan penanaman pohon ini, adalah untuk membendung permukaan air laut yang naik.

Selain sebagai pohon pelindung dari abrasi, pohon Mangrove memiliki peran penting secara ekonomi bagi pembangunan. Bagaimana tidak? Komposisi hutan mangrove sangat identik dan tidak dapat dijumpai pada hutan lainnya. Keunikan-keunikan dari masing-masing tanaman inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang luar negri.

Seperti diketahui, sektor pariwisata memiliki potensi yang cukup besar bagi perekonomian Jakarta. Sehingga, selama aktifitasnya, para wisatawan secara langsung menimbulkan permintaan (Tourism Final Demand) pasar barang dan jasa. Selanjutnya Final Demand wisatawan secara tidak langsung menimbulkan permintaan akan barang modal dan bahan baku (Investment Derived Demand) untuk berproduksi memenuhi permintaan wisatawan akan barang dan jasa tersebut. Pada akhirnya akan menumbuhkan investasi di bidang transportasi dan komunikasi, perhotelan dan akomodasi lain, industri kerajinan dan industri produk konsumen, industri jasa, rumah makan restoran dan lain-lain.

Kerusakan yang mengakibatkan matinya pohon Mangrove harus dicegah. Oleh karena itu, sejak tahun 1998 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan rehabilitasi pohon Mangrove secara konsisten, dengan melibatkan berbagai pihak (swasta dan masyarakat) pada areal terbuka dan bekas-bekas tambak yang ditelantarkan, sehingga saat ini 70% kawasan tersebut telah beralih fungsi kembali menjadi hutan.

Ya, bersama pemerintah, lingkup kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) secara keseluruhan sangat relevan, dimana kegiatan utama CSR diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam beberapa bidang untuk meningkatkan peran sosial dan mampu memperluas area serta mempercepat pencapaian target.

Tercatat 12 perusahaan memberikan bantuan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan. Bantuan yang diberikan berupa pohon mangrove yang dipergunakan untuk penghijauan di wilayah utara Jakarta. Perusahaan yang memberikan CSR kepada Dinas Kelautan dan Perikanan DKI selama periode 2012-2013 adalah PT Garuda Indonesia, Tbk.(Penanaman 18.600 Pohon Mangrove), PT Grahaniaga Tata Utama (Penanaman 40 Pohon Mangrove), Bank ANZ (penanaman 1.164 Pohon Mangrove), Hotel Ibis (Penanaman 2.100 pohon Mangrove), PT Astra Internasional, Tbk (Penanaman 55.000 pohon Mangrove), PT Gas Negara (Penanaman 18.400 pohon Mangrove).

Perusahaan selanjutnya yang turut memberikan kontribusi adalah PT United Tractor (Penanaman 4.400 pohon Mangrove), PT AERON Credit Service Indonesia (Penanaman 25.200 pohon Mangrove), PT ASTRA 2000 (Penanaman 200 Pohon Mangrove), PT Kalimantan Prima Persada (Penanaman 1.533 pohon Mangrove), Bank BNI 46 (Penanaman Tanaman Produktif. Jumlah 464 pohon dan 200 pohon), dan PT AEON Credit Service Indonesia (Penanaman 23.800 pohon Mangrove).

Related posts