OJK Siapkan Dua Program Strategis

NERACA

Surabaya – Komitmen untuk melindungi nasabah industri pasar modal dan industri keuangan non bank lainnya terus di galakkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, lembaga baru ini telah menyiapkan dua program strategis untuk perlindungan konsumen yang akan dilakukan secara masif dan komprehensif dalam melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan industri jasa keuangan.

Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK, Anto Prabowo, mengatakan, dua program strategis itu adalah pembentukan sistem pelayanan konsumen keuangan terintegrasi (Financial Customer Care/FCC) dan cetak biru program literasi keuangan nasional, “Program FCC menjadi prioritas guna meningkatkan ketersediaan informasi bagi masyarakat dan pelayanan pengaduan konsumen keuangan sesuai dengan kewenangan OJK,\" katanya di Surabaya, Selasa (3/9).

Menurut Anto, sistem ini akan diterapkan secara bertahap dengan \"milestone\" penyiapan sistem dan mekanisme permintaan informasi masyarakat dan pengaduan konsumen keuangan pada Januari hingga April 2013.

Selain itu, pembentukan dan implementasi pusat pengaduan bekerja sama dengan pihak ketiga pada April-Oktober 2013, serta implementasi penuh FCC yang terkoneksi antara OJK dengan LJK pada Oktober-Desember 2013.\"Kami berharap pada April 2014, implementasi FCC dapat dioperasikan secara penuh oleh OJK,\" ujarnya.

Sementara cetak biru program literasi keuangan nasional, lanjut Anto Prabowo, ditujukan untuk membekali masyarakat mengenai pengetahuan keuangan yang meliputi edukasi, transparansi dan pemberdayaan konsumen.

Dia menjelaskan, peningkatan literasi keuangan adalah usaha untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat sehingga mereka memiliki pengetahuan, kemampuan dan kepercayaan diri untuk menanamkan uangnya, tidak hanya pada produk perbankan, tetapi juga pasar modal.

Terkait edukasi dan perlindungan konsumen, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 01/POJK.07/2013 pada 26 Juli 2013 sebagai payung hukum bagi pengaturan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan di Indonesia, “POJK perlindungan Konsumen bertujuan meminimalkan informasi asimetris, transparansi dan pengungkapan informasi mengenai biaya, risiko dan manfaat produk atau layanan jasa keuangan,\" kata Anto Prabowo.

Peraturan ini juga ditujukan agar pelaku usaha jasa keuangan memahami kebutuhan konsumen dan tujuan penggunaan produk atau layanan keuangan. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Pertamina Kekurangan Pasokan FAME untuk Program B20

NERACA Jakarta-Di tengah upaya pemerintah gencar mensosialisasikan pemakaian biodiesel, PT Pertamina (Persero) mengaku masih kekurangan pasokan fatty acid methyl eter…

OJK Tetapkan DIGI Sebagai Efek Syariah

NERACA Jakarta – Emiten yang bergerak di media digital, PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) masuk dalam daftar efek syariah…

BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham - Siapkan Sanksi Tegas

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…