Siloam Klaim Saham Perdana Diminati Asing

Pede Raup Dana Rp1,40 Triliun

Rabu, 04/09/2013

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Siloam International Hospitals mengaku penawaran saham yang dilakukan perusahaan diminati investor asing. Bahkan, dari hasil pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) Siloam ditaksir akan memperoleh dana segar sebesar US$144,5 juta atau Rp1,40 triliun.

Presiden Direktur Siloam, Dr. Gershu Paul mengatakan, para investor global mendukung penerbitan saham dalam penawaran umum saham perdananya. Dari roadshow internasional ke Singapura, Hong Kong dan London, penawaran saham Siloam menarik sejumlah besar minat dari dana internasional. Tidak hanya karena nilai dari keunikan Siloam, namun juga kondisi layanan kesehatan nasional Indonesia yang dinilai menarik.“Minat sebagian datang dari para investor institusi Amerika Serikat dan perusahaan-perusahaan afiliasinya yang setuju untuk membeli sejumlah total 49,1 juta saham, yang merupakan 31,5% dari keseluruhan saham yang ditawarkan.”kata Presiden Direktur Siloam, Dr. Gershu Paul dalam keterangan resminya di Jakarta (3/9).

Menurut dia, dengan adanya dukungan investor global tersebut, dari IPO ini akan diperoleh dana sebesar Rp1,40 triliun yang merupakan 13,5% dari keseluruhan saham perseroan, dengan nilai dari Siloam sebesar Rp10,4 triliun atau sekitar US$1,0 miliar. Dalam penawaran saham ini, Goldman Sachs dan Credit Suisse merupakan Lead Underwriters dan Global Book Runners. Sementara CLSA, CIMB dan Ciptadana Securities merupakan Co-lead Managers.

Dia mengatakan, Siloam akan menawarkan 156,1 juta saham biasa, dengan nilai Rp 100 per lembar saham dengan opsi penjatahan lebih hingga 5,9 juta saham atau sekitar 3,8% dari total saham yang ditawarkan pada harga penawaran Rp 9.000 per saham. Dana dari hasil IPO, kata dia, sekitar 39% dari hasil bersih penawaran umum akan digunakan untuk pembelian peralatan medis, perluasan rumah sakit yang telah ada serta pembangunan rumah sakit baru. Termasuk perolehan tanah, konstruksi dan perolehan perizinan untuk periode 2013–2015.

Penggunaan Dana

Sementara sekitar 35% akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang Siloam berdasarkan perjanjian utang dengan Lippo Karawaci. Adapun 26% lainnya akan digunakan untuk membiayai akuisisi rumah sakit, operator rumah sakit dan/atau perusahaan healthcare yang dapat mendukung kegiatan operasional Siloam.

Penawaran saham Siloam secara efektif telah dilakukan pada 2 September 2013. Periode penawaran ritel pada 4-6 September 2013, penjatahan saham 10 September 2013 dan tanggal pengembalian uang pada 11 September 2013. Untuk pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan akan dilakukan pada 12 September 2013.

Dalam proses penawaran sahamnya, manajemen Siloam sebelumnya memutuskan untuk melakukan stabilisasi saham. Tidak hanya melakukan penyesuaian harga, namun juga opsi penjatahan saham.

PT Nilam Biru bersinar, anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk memutuskan untuk mengurangi jumlah saham untuk opsi penjatahan lebih (over allotment option) yang disediakan bagi agen stabilisasi dalam IPO ini dari 23.250.000 saham menjadi 5.900.000 saham.

Siloam merupakan anak perusahaan dari perusahaan properti terbesar PT Lippo Karawaci Tbk di Indonesia. Bisnis Lippo Karawaci sendiri terdiri dari Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. Setelah penawaran ini selesai, kepemilikan Lippo Karawaci dalam Siloam diperkirakan akan menjadi sebesar 86,5% jika tanpa opsi penjatahan lebih, atau sekitar 86,0% jika opsi penjatahan lebih dilakukan. (lia)