Siloam Klaim Saham Perdana Diminati Asing - Pede Raup Dana Rp1,40 Triliun

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Siloam International Hospitals mengaku penawaran saham yang dilakukan perusahaan diminati investor asing. Bahkan, dari hasil pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) Siloam ditaksir akan memperoleh dana segar sebesar US$144,5 juta atau Rp1,40 triliun.

Presiden Direktur Siloam, Dr. Gershu Paul mengatakan, para investor global mendukung penerbitan saham dalam penawaran umum saham perdananya. Dari roadshow internasional ke Singapura, Hong Kong dan London, penawaran saham Siloam menarik sejumlah besar minat dari dana internasional. Tidak hanya karena nilai dari keunikan Siloam, namun juga kondisi layanan kesehatan nasional Indonesia yang dinilai menarik.“Minat sebagian datang dari para investor institusi Amerika Serikat dan perusahaan-perusahaan afiliasinya yang setuju untuk membeli sejumlah total 49,1 juta saham, yang merupakan 31,5% dari keseluruhan saham yang ditawarkan.”kata Presiden Direktur Siloam, Dr. Gershu Paul dalam keterangan resminya di Jakarta (3/9).

Menurut dia, dengan adanya dukungan investor global tersebut, dari IPO ini akan diperoleh dana sebesar Rp1,40 triliun yang merupakan 13,5% dari keseluruhan saham perseroan, dengan nilai dari Siloam sebesar Rp10,4 triliun atau sekitar US$1,0 miliar. Dalam penawaran saham ini, Goldman Sachs dan Credit Suisse merupakan Lead Underwriters dan Global Book Runners. Sementara CLSA, CIMB dan Ciptadana Securities merupakan Co-lead Managers.

Dia mengatakan, Siloam akan menawarkan 156,1 juta saham biasa, dengan nilai Rp 100 per lembar saham dengan opsi penjatahan lebih hingga 5,9 juta saham atau sekitar 3,8% dari total saham yang ditawarkan pada harga penawaran Rp 9.000 per saham. Dana dari hasil IPO, kata dia, sekitar 39% dari hasil bersih penawaran umum akan digunakan untuk pembelian peralatan medis, perluasan rumah sakit yang telah ada serta pembangunan rumah sakit baru. Termasuk perolehan tanah, konstruksi dan perolehan perizinan untuk periode 2013–2015.

Penggunaan Dana

Sementara sekitar 35% akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang Siloam berdasarkan perjanjian utang dengan Lippo Karawaci. Adapun 26% lainnya akan digunakan untuk membiayai akuisisi rumah sakit, operator rumah sakit dan/atau perusahaan healthcare yang dapat mendukung kegiatan operasional Siloam.

Penawaran saham Siloam secara efektif telah dilakukan pada 2 September 2013. Periode penawaran ritel pada 4-6 September 2013, penjatahan saham 10 September 2013 dan tanggal pengembalian uang pada 11 September 2013. Untuk pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan akan dilakukan pada 12 September 2013.

Dalam proses penawaran sahamnya, manajemen Siloam sebelumnya memutuskan untuk melakukan stabilisasi saham. Tidak hanya melakukan penyesuaian harga, namun juga opsi penjatahan saham.

PT Nilam Biru bersinar, anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk memutuskan untuk mengurangi jumlah saham untuk opsi penjatahan lebih (over allotment option) yang disediakan bagi agen stabilisasi dalam IPO ini dari 23.250.000 saham menjadi 5.900.000 saham.

Siloam merupakan anak perusahaan dari perusahaan properti terbesar PT Lippo Karawaci Tbk di Indonesia. Bisnis Lippo Karawaci sendiri terdiri dari Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. Setelah penawaran ini selesai, kepemilikan Lippo Karawaci dalam Siloam diperkirakan akan menjadi sebesar 86,5% jika tanpa opsi penjatahan lebih, atau sekitar 86,0% jika opsi penjatahan lebih dilakukan. (lia)

BERITA TERKAIT

PTBA Raup Laba Bersih Rp 2,63 Triliun - Buah Hasil Efisiensi

NERACA Jakarta – Kerja keras PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menekan efisiensi, berbuah manis. Pasalnya, perusahaan batubara plat merah ini…

BNP Paribas Bidik Dana Kelola Rp 31 Triliun

Maraknya perusahaan manajer investasi mengeluarkan produk investasi dalam menghimpun dana masyarakat lebih besar lagi juga dilakukan BNP Paribas Investment Partners.…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…