Global Mediacom Realisasikan Buyback Saham - Kuras Dana Rp 23,17 Miiliar

NERACA

Jakarta- Menyusul PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang telah melakukan pembelian kembali saham (buyback) sekitar 8,08 juta saham, kini giliran PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang telah melakukan buyback 13,67 juta saham dengan harga Rp1.694 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (3/9).

Direktur PT Global Mediacom Tbk, Oerianto Guyandi mengatakan, dengan adanya buyback tersebut, perseroan menggelontorkan dana mencapai Rp23,17 miliar dan transaksi tersebut dilakukan pada 30 Agustus 2013. Dalam aksi buyback sahamnya, perseroan telah menunjuk PT MNC Securities (terafiliasi) sebagai perantara perdagangan efek dan akan dilakukan melalui BEI dan cara yang lainnya.

Setelah melakukan buyback, perseroan akan menyimpan saham tersebut sebagai treasury stock dan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Nantinya, perseroan dapat menggunakan treasury stock untuk hal-hal lain yang mungkin diperlukan termasuk dijual kembali setelah kondisi pasar membaik dengan harga baik dan pembiayaan dalam bentuk utang yang bersifat ekuitas seperti nilai tukar serta alat tukar untuk investasi perseroan di masa yang akan datang.

Sebelumnya, PT Media Nusantara Citra Tbk menyampaikan telah melakukan pembelian kembali saham sekitar 8,08 juta saham. Direktur Keuangan PT Media Nusantara Citra Tbk, Arief Mulyadi mengatakan, total nilai pembelian kembali saham sekitar Rp22,98 miliar. Jumlah saham yang dibuyback mencapai 8.080.500 saham dengan harga rata-rata saham Rp2.845 per saham.

Asal tahu saja, ketiga grup usaha MNC telah mengajukan buyback saham. Selain PT Media Nusantara Citra Tbk dan PT Global Mediacom Tbk yang telah melakukan buyback, kedepannya juga bakal dilakukan PT MNC Land Tbk (KPIG) dan PT MNC Investama Tbk (BHIT). Perseroan menunjuk PT MNC Securities sebagai perantara pedagang efek atas rencana buyback ini.

OJK telah mengeluarkan paket kebijakan untuk mengatasi pasar saham yang bergejolak khususnya buyback saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik dalam kondisi pasar yang sedang fluktuasi. OJK menetapkan Surat Edaran (SE) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 01/SEOJK.04/2013 yang menetapkan “Kondisi Lain sebagai kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan”.

Dalam SE yang diterbitkan pada 27 Agustus 2013, disebutkan bahwa dalam Pasal 1 angka 1 huruf b Peraturan OJK Nomor: 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan (Peraturan OJK Nomor: 2/POJK.04/2013).

Adapun syarat buyback emiten yang dimaksud dalam SE OJK tersebut adalah kondisi perdagangan saham di BEI dalam tiga bulan terakhir mengalami tekanan yang tercermin dari turunnya secara signifkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Syarat kedua adalah kondisi perekonomian masih mengalami tekanan baik regional maupun nasional. Ketiga adalah penurunan IHSG sejak 20 Mei 2013 sampai 27 Agustus 2013 ini sebesar 1.247,134 poin (23,91%) ditetapkan sebagai kondisi lain sebagaimana dimaksud Pasal 1 angka 1 huruf b POJK Nomor 2/POJK.04/2013. (nurul)

BERITA TERKAIT

Likuiditas Global Ibarat Pesawat Komersial

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri Negara-negara di dunia, seperti negara emerging market sebenarnya hanya menjadi "mainan" likuiditas global,…

Shinhan AM Siapkan RDPT Untuk Pasar Korsel - Targetkan Dana Kelola Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Guna memenuhi target dana kelolaan hingga akhir tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun, PT Shinhan Asset Management…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…