Astra Agro Lestari Bentuk Perusahaan Baru

Gandeng Perusahaan Malaysia

Selasa, 03/09/2013

NERACA

Jakarta- PT Astra Agro Lestasi Tbk (AALI) menggandeng perusahaan Kuala Lumpur, KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd membentuk usaha patungan, ASTRA-KLK Pte, Ltd. Perusahaan baru ini natinya memasarkan produk olahan minyak sawit di Singapura dan menyediakan jasa logistik atas produk tersebut. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (2/9).

Disebutkan, perseroan memiliki 49% di ASTRA-KLK Pte, Ltd, perusahaan joint venture terdaftar di Singapura. Hal ini berdasarkan Joint Venture Agreement pada 30 Agustus 2013 dengan KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Kuala Lumpur Kepong Berhad.

KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd tercatat sebagai perusahaan terbuka yang didirikan berdasarkan hukum Malaysia dan berusaha dalam bidang perkebunan serta bisnis terkait lainnya. Dibentuknya perusahaan patungan ini antara lain untuk membangun sinergi baru dengan upaya bersama dengan mitra Malaysia untuk menembus pasar internasional dan di masa yang akan datang untuk makin mengembangkan bisnis hilir minyak sawit perseroan.

Pihak manajemen menegaskan, karena nilai transaksi yang dikeluarkan perseroan tidak mencapai 20% dari ekuitas perseroan per 30 Juni 2013 maka perseroan tidak diwajibkan untuk tunduk pada peraturan Bapepam LK NO. IX.E.2 mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama.

Dalam rencana bisnisnya tahun ini, AALI berencana mengakuisisi lahan, dan membangun pabrik refinery lain untuk persiapan membangun industri hilir. Saat ini, perseroan memiliki lahan di Riau, Jambi, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Sealtan. Luas lahan perseroan mencapai 274.881 hektar.

Dana akuisisi disebut sebut telah disiapkan dalam anggaran belanja modal perseroan tahun ini yang mencapai Rp3 triliun. Angka tersebut meningkat Rp33 miliar dibandingkan belanja modal tahun sebelumnya sebesar Rp2,67 triliun “Anggaran belanja modal untuk 20% pembangun pabrik, 30% bangun beberapa pabrik refinery kita bangun untuk industri hilir di daerah Jawa-Sulawesi,” kata Head of Public Relation AALI, Taufan Mahdi.

Untuk mengakuisisi lahan, pihak manajemen mengaku memiliki tim ekspansi yang bertugas untuk mengkaji dan mengevaluasi lahan yang akan diakuisisi. Manajemen perseroan akan melihat dan mengevaluasi penawaran kepada perseroan. Akuisisi itu dapat dilakukan apabila sesuai dengan persyaratan, legalitas dan kualitas tanaman.

Bila semua persyaratan dapat dipenuhi maka perseroan akan mempertimbangkan untuk melakukan akuisisi. Termasuk ketertarikan terhadap penjualan lahan kebun PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk, “Kami akan memprioritaskan terhadap lahan kebun yang dekat dengan lahan perkebunan yang sudah exixisting. Kalau di luar perkebunan kita memang lebih baik lahannya besar yah minimal 5.000 hektar,” kata Investor Relation PT Astra Agro Lestari Tbkm Rudy Lumarjo. (lia)