Indef: Saatnya Benahi Impor

NERACA

Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan bahwa sekarang adalah saatnya membenahi impor dan sudah bukan saatnya lagi menggenjot ekspor karena waktunya sudah lewat.

“Kalau mau genjot ekspor ini waktunya sudah lewat, maka sekarang adalah waktunya untuk penanganan defisit neraca perdagangan dari sisi impornya, jadi bagaimana memenuhi konsumsi dalam negeri dari produksi dalam negeri. Minimal untuk pangan,” kata Enny kepada Neraca, Senin (2/9).

Dengan menggenjot produksi pangan, kata Enny, maka paling tidak Indonesia tidak perlu untuk impor bahan pangan. Itu akan mengurangi impor Indonesia dan memperbaiki defisit neraca perdagangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia yang semakin memburuk dengan akumulasi defisit neraca perdagangan dari Januari sampai Juli sebesar US$5,65 miliar.

“Ketika pertumbuhan ekonomi kita didominasi oleh sektor non tradable maka yang terjadi seperti sekarang, defisit neraca perdagangan melebar terus. Kita hanya sedikit menciptakan barang. Jadi semua dipenuhi impor. Itu yang selalu kita ingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak penting,” jelas Enny.

Solusinya, lanjut Enny, haruslah bersifat fundamental, yaitu berkonsentrasi di sektor riil. Lebih baik berfokus untuk menggarap pangsa pasar dalam negeri yang sebesar 240 juta jiwa. “Ini saja yang kita urus. Jadi minimal ada kepastian bahwa ekonomi kita tidak akan kolaps meskipun tidak tumbuh tinggi,” kata dia.

Menurut Enny, defisit neraca perdagangan akan terus berlanjut sepanjang tidak ada manajemen dari sisi impor. Bahkan mungkin defisit masih terus berlanjut sampai 2015.

Bukan saatnya lagi Pemerintah mendorong-dorong ekspor agar defisit neraca perdagangan bisa ditekan, kata Enny. Hal tersebut dikarenakan anjloknya harga komoditas masih akan terjadi paling tidak sampai akhir tahun 2013. Meskipun dilakukan diversifikasi pasar, tetap saja akan berat untuk mendorong ekspor. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Banten Masih Butuh Banyak Impor Kimia Organik

Banten Masih Butuh Banyak Impor Kimia Organik NERACA Serang - Provinsi Banten masih membutuhkan banyak impor bahan kimia organik dibandingkan…

Singapura Jadi Negara Terbesar Pemasok Barang Impor ke Banten

Singapura Jadi Negara Terbesar Pemasok Barang Impor ke Banten NERACA Serang - Singapura menjadi negara terbesar pemasok barang impor ke…

Saatnya Ekonomi Digital Berkuasa

Banyak pihak merasa khawatir Indonesia akan menggadaikan kedaulatan digitalnya kepada pengusaha asing misalnya Alibaba, dan pemiliknya Jack Ma dari China…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Apindo, Kadin, dan YLKI Sepakat Perkuat Fungsi dan Kewenangan KPPU

      NERACA   Jakarta - DPP Pemuda Tani Indonesia mengadakan Seminar Nasional dengan Tema “Revisi UU Anti Monopoli:…

Pembiayaan Proyek LRT akan Rampung Akhir Tahun

  NERACA   Jakarta - Pemerintah akan menyelesaikan pembiayaan (financial closing) kereta ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) dengan nilai total investasi…

Produk Citicon Kuasai Pasar Bata Ringan

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan infrastruktur dan properti sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, menyusul…