Indo Premier Rilis Reksa Dana Ekuitas - Optimis Terserap Pasar

NERACA

Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal terus bergerak fluktuatif, tidak menyurutkan PT Indo Premier Investment Management (IPIM) untuk merilis produk baru di pasar modal sebagai alternatif investasi bagi pelaku pasar modal.

Bahkan perseroan optimistis bahwa produk investasi baru di pasar modal masih diminati investor meski kondisi pasar saham sedang bergejolak, “Produk baru di pasar modal masih tetap diminati, maka itu IPIM akan meluncurkan reksa dana \'Premier Ekuitas Makro Plus\'. Produk itu berbeda dengan lainnya karena menggunakan konsep makro ekonomi domestik dan global yang mempengaruhi kinerja emiten,”kata Direktur Marketing Indo Premier Investment Management, Diah Sofiyanti di Jakarta, Senin (2/9).

Dia mengatakan, strategi seleksi emiten dilakukan pada sektor-sektor yang diekspektasikan memiliki potensi imbal hasil tinggi berdasarkan pertimbangan analisa makro ekonomi.\"Variabel makro ekonomi digunakan karena dapat ditemui pengaruhnya pada setiap sektor dan saham. Indikator makro yang akan menjadi acuan antara lain tingkat inflasi, mata uang, tingkat suku bunga, juga tingkat pengangguran,\" kata dia.

Selain itu, dirinya meyakini kondisi ekonomi Indonesia yang masih memiliki potensi pertumbuhan, pasar investasi di dalam negeri masih akan diminati terutama di pasar modal.\"Meski pasar bergejolak, Dana Kelolaan (AUM) kita tidak banyak turun, saat ini sebesar Rp1,2 triliun dan pada akhir tahun diharapkan mencapai Rp1,5 triliun,\" kata dia.

Menurut Sofi, di tengah kondisi pasar keuangan yang bergejolak akan mendorong penyertaan dalam produk reksa dana menjadi lebih tinggi. Sementara itu, Presiden Direktur IPIM, John D Item menargetkan dana kelolaan produk reksana Premier Ekuitas Makro Plus sebesar Rp100 miliar dalam satu tahun.\"Sudah ada investor yang siap menempatkan dananya di produk baru itu, meski beberapa investor ada juga yang masih khawatir di tengah kondisi pasar yang bergejolak, padahal saat ini harganya sudah cukup murah, semoga ideks BEI segera pulih,\" ujar dia.

Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan Senin awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 93,856 poin (2,24%) ke level 4.101,233. Sementara Indeks LQ45 anjlok 22,248 poin (3,17%) ke level 678,818. Aksi jual kembali marak dilakukan investor asing seiring merespon negatif neraca perdagangan Indonesia. Seluruh lapisan saham melemah dengan koreksi rata-rata lebih dari dua persen. (bani)

BERITA TERKAIT

PTPP Optimis Capai Arus Kas Operasi Positif - Persaingan Industri Konstruksi Sengit

NERACA Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia memperkirakan arus kas operasi positif…

PII Galang Dana Lewat Surat Utang - Bidik Dana Kelola Rp 21 Triliun

NERACA Jakarta – Merambah bisnis industri keuangan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) membentuk anak usaha…

Sriboga Raturaya Bidik Dana US$ 150 Juta - Gelar IPO di Semester Satu 2018

NERACA Jakarta - Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar, kali ini datang dari pengelola jaringan resto…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Generali Meriahkan Insurance Festival 2017

Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan, Generali Indonesia turut meramaikan Insurance Festival 2017 yang…

WTON Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Optimisme tahun depan akan jauh lebih baik kondisi perekonomian dalam negeri, memacu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan pertumbuhan…