Pemprov DKI Ingin Blok G Jadi Sentra UMKM

Gandeng BRI

Selasa, 03/09/2013

NERACA

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginginkan Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat menjadi pusat grosir dan sentra Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, Pemprov DKI menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang telah berpengalaman dan fokus pada pembiayaan sektor UMKM.

"Kami ingin Tanah Abang menjadi sentra primernya UMKM dari seluruh Indonesia. Nantinya, UMKM yang berjualan di Blok G antara lain pedagang pakaian muslim, handicraft, batik, garmen dan lainnya, dengan konsep Blok G sebagai pusat grosir,” ungkap Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di Jakarta, Senin (2/9).

Sebagaimana diketahui, Pasar Blok G Tanah Abang resmi beroperasi sejak 1 September 2013, dengan kapasitas 968 kios. Jokowi menambahkan, dengan segala kemudahan yang diberikan Pemprov DKI, nantinya, para pedagang kaki lima (PKL) diharapkan tidak lagi turun ke bantaran atau badan jalan untuk berjualan. Kemudian, para PKL juga akan dijadikan pedagang formal supaya statusnya sekelas dengan pedagang lama di Blok G.

“Para konsumen bisa berwisata belanja, dengan konsep pusat grosir. Dari situ bisa keluar yang namanya ekspor ke mana-mana pada segmen-segmen yang berbeda. Kan memang usaha kecil, usaha rumah tangga, usaha mikro perlu ruang pamer, showroom. Mereka juga perlu tempat untuk memasarkan produk, tidak hanya mal saja," tutur Jokowi.

Di tempat yang sama, Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali, mengaku siap membantu kebijakan Pemprov DKI dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. “Kami selalu siap mendukung langka-langkah pemerintah, khususnya pasca relokasi dan renovasi Pasar Blok G Tanah Abang. BRI akan menempatkan unit kerja terkecilnya yang menyasar pasar basah yakni Teras BRI untuk mendukung perekonomian pedagang Blok G dengan memfasilitasi mereka dengan berbagai produk simpanan maupun pinjaman mikro,” kata dia.

Topang bisnis mikro

Saat ini, area Pasar Tanah Abang, BRI telah memiliki 1 Teras BRI yang sudah online yakni Teras BRI Pasar Tasik, dan untuk mendukung operasional Pasar Tanah Abang khususnya Blok G, BRI berencana menambah 2 lagi Teras BRI. Segmen mikro memang menjadi magnet luar biasa bagi industri perbankan. Selain terbukti lebih tahan terhadap guncangan krisis yang melanda, seperti pada 1998 dan 2008, UMKM juga menjadi penyangga ekonomi rakyat.

Hal ini semakin dipertegas melalui kontribusi Teras BRI dan Teras BRI keliling dalam menopang kinerja Bisnis Mikro BRI. Pada kuartal II 2012, keberadaan 1.867 buah Teras BRI dan Teras BRI Keliling telah berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp 4,2 triliun. Sementara simpanan tercatat Rp1,6 triliun. Di kuartal II 2013, pertumbuhan 489 unit Teras BRI dan Teras BRI keliling menjadi 2.356 unit, telah menopang peningkatan yang signifikan baik untuk pinjaman dan simpanan, yang tercatat masing-masing Rp8,3 triliun dan Rp2,8 triliun.

Ali melanjutkan, dari sasaran mikro tersebut, hampir dipastikan pasar-pasar tradisional menjadi salah satu akses penting dalam penyalurannya. Sehingga tidak heran dalam penyaluran kreditnya, BRI sebagai bank terbesar yang terus eksis mengelola bisnis pembiayaan ke sektor mikro dan UMKM, menempatkan Teras BRI, yang merupakan kepanjangan tangan dari BRI Unit, untuk membangun dan menjaga pangsa pasar serta ikut mendukung pengembangan perekonomian pasar tradisional, terutama para pedagang.

Dalam triwulan II 2013, kredit mikro BRI tumbuh sebesar 26,4% (nett) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp122,08 triliun, atau meningkat Rp25,49 triliun. Pertumbuhan menggembirakan tersebut dibarengi dengan pemeliharaan kualitas kredit, di mana tingkat rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) kredit mikro yang hanya 0,46% (nett), dengan jumlah debitur 5,9 juta orang hingga akhir Juni 2013. [ardi]