Pengamat: Ekonomi Indonesia Sangat Mengkhawatirkan

Senin, 02/09/2013

NERACA

Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli, mengatakan perekonomian Indonesia sudah masuk dalam tahap sangat mengkhawatirkan. "Ekonomi kita sudah lampu kuning. Itu ditandai dengan adanya empat defisit atau quatro-deficits, yaitu neraca perdagangan yang tadinya surplus sekarang defisit US$6 miliar. Kemudian defisit neraca transaksi berjalan US$9,8 miliar, defisit neraca pembayaran berimbang US$6,6 miliar pada kuartal I 2013, serta utang swasta jatuh tempo. Ditambah defisit APBN plus utang yang mencapai Rp2.100 triliun," tegas dia di Jakarta, Jumat (30/8) pekan lalu.

Rizal juga mengatakan, pada akhir pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meninggalkan warisan ‘bom waktu’ berupa quatro-deficits. Apabila tidak segera diatasi, bukan mustahil, 'bom waktu' ini akan membawa Indonesia ke dalam jurang krisis seperti pada 1997-1998 silam. Menurut dia, sebenarnya quatro-deficits tidak terjadi dalam semalam. Tanda-tandanya sudah tampak sejak dua tahun silam. Ke depannya, dirinya mengingatkan agar presiden harus memilih menteri ekonomi yang profesional dan proporsional. Jangan memilih menteri yang hanya menguasai ekonomi makro tetapi juga mikro. “Kalau tidak dipilih yang benar, maka Indonesia akan makin amburadul,” tegasnya.

Sedangkan terkait melemahnya rupiah, Rizal mengatakan upaya Bank Indonesia (BI) yang terus-menerus melakukan intervensi dengan menjual dolar AS hanya akan sia-sia. Langkah itu ibarat ‘menggarami laut’ yang justru berakibat makin tergerusnya devisa. "Quatro-deficits itu ditambah pula dengan defisit kepercayaan dan kredibilitas terhadap kesungguhan dan kemampuan pemerintah menyelesaikan masalah. Perlu dicatat pada tahun 1998, defisit kepercayaan di tengah-tengah kemerosotan ekonomi makro serta gejolak eksternal, akhirnya berujung pada perubahan politik," pungkas Rizal. [mohar]