Pengamat: Ekonomi Indonesia Sangat Mengkhawatirkan

NERACA

Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli, mengatakan perekonomian Indonesia sudah masuk dalam tahap sangat mengkhawatirkan. \"Ekonomi kita sudah lampu kuning. Itu ditandai dengan adanya empat defisit atau quatro-deficits, yaitu neraca perdagangan yang tadinya surplus sekarang defisit US$6 miliar. Kemudian defisit neraca transaksi berjalan US$9,8 miliar, defisit neraca pembayaran berimbang US$6,6 miliar pada kuartal I 2013, serta utang swasta jatuh tempo. Ditambah defisit APBN plus utang yang mencapai Rp2.100 triliun,\" tegas dia di Jakarta, Jumat (30/8) pekan lalu.

Rizal juga mengatakan, pada akhir pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meninggalkan warisan ‘bom waktu’ berupa quatro-deficits. Apabila tidak segera diatasi, bukan mustahil, \'bom waktu\' ini akan membawa Indonesia ke dalam jurang krisis seperti pada 1997-1998 silam. Menurut dia, sebenarnya quatro-deficits tidak terjadi dalam semalam. Tanda-tandanya sudah tampak sejak dua tahun silam. Ke depannya, dirinya mengingatkan agar presiden harus memilih menteri ekonomi yang profesional dan proporsional. Jangan memilih menteri yang hanya menguasai ekonomi makro tetapi juga mikro. “Kalau tidak dipilih yang benar, maka Indonesia akan makin amburadul,” tegasnya.

Sedangkan terkait melemahnya rupiah, Rizal mengatakan upaya Bank Indonesia (BI) yang terus-menerus melakukan intervensi dengan menjual dolar AS hanya akan sia-sia. Langkah itu ibarat ‘menggarami laut’ yang justru berakibat makin tergerusnya devisa. \"Quatro-deficits itu ditambah pula dengan defisit kepercayaan dan kredibilitas terhadap kesungguhan dan kemampuan pemerintah menyelesaikan masalah. Perlu dicatat pada tahun 1998, defisit kepercayaan di tengah-tengah kemerosotan ekonomi makro serta gejolak eksternal, akhirnya berujung pada perubahan politik,\" pungkas Rizal. [mohar]

BERITA TERKAIT

Pengamat: Sektor Properti Bakal Didorong Generasi Milenial

Pengamat: Sektor Properti Bakal Didorong Generasi Milenial NERACA Jakarta - Pengamat properti dan pendiri Panangian School of Property, Panangian Simanungkalit…

Indomilk Bantu Sarana Inspirasi di 50 Sekolah - Ajak Anak Indonesia Berprestasi

Menggali potensi yang dimiliki para siswa berprestasi di Indonesia agar bisa unjuk gigi di mata dunia, PT Indolakto, anak perusahaan…

Prospek Ekonomi Digital

Beberapa tahun lalu kita belum membayangkan sopir taksi dapat mengemudikan mobilnya sendiri tanpa terikat formal bekerja di perusahaan taksi konvensional,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Perdagangan E-Commerce Dipantau BPS

      NERACA   Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) siap untuk melakukan perekaman data para pelaku perdagangan secara…

Kemendes PDTT Buka Akses Desa Yang Terisolasi

  NERACA   Maluku - Untuk memajukan dan memperkuat wilayah-wilayah perbatasan Direktur Pengembangan Daerah Perbatasan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu…

BATA Ingin Tambah 25 Toko Baru

      NERACA   Jakarta - PT Sepatu Bata. Tbk (Perseroan) berencana untuk melakukan eskpansi dengan membangun 25 toko…