Yuk, Investasi Emas

Harga Turun

Sabtu, 07/09/2013

Saat ini seperti yang kita ketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar memang sangat melemah dari waktu ke waktu. Namun menurunnya nilai tukar rupiah membuat investasi emas sangat bagus, ini dikarenakan kenaiikan harga dolar membuat harga jual emas menurun.

NERACA

Harga emas berjangka jatuh lima kali berturut-turut, dan membuat harga komoditas ini berada dititik terendah sejak Mei 2013, akibat naiknya nilai dollar AS. Nilai tukar dollar AS mengalami kenaikan sebesar 0,4% menjadi 1,32 terhadap euro. Sementara itu, harga emas telah jatuh 22% sepanjang tahun ini akibat menguatnya nilai mata uang tersebut.

Selain karena menguatnya dollar AS, anjloknya harga logam mulia itu juga akibat kekhawatiran investor terhadap langkah Federal Reserve yang akan mengurangi stimulus perekonomian.

“Menguatnya dollar AS terhadap euro membuat harga emas semakin tertekan. Beberapa insvestor berada dalam persimpangan karena mereka ingin kejelasan dari Fed,” kata David Lee, VP Heraeus Precious Metals Management di New York.

Emas berjangka untuk pengiriman pada Desember turun 0,6% di angka 1.302,40 dollar AS per ounce di Comex New York. Pekan lalu, the Fed mengatakan akan mempertahankan program pembelian obligasi sebesar 85 miliar dollar AS secara bulanan.

Fed juga memperingatkan inflasi yang masih rendah dapat menghambat ekspansi ekonomi. Setengah dari 54 ekonom dalam survei Bloomberg bulan lalu memperkirakan the Fed memutuskan untuk mengurangi pembelian obligasi pada bulan September.

Di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman Oktober turun 0,2% menjadi 1.448,10 dollar AS per ounce. Palladium berjangka untuk pengiriman September naik 0,8 persen ke 735,20 dollar AS per ounce.

Penjualan Meningkat

Permintaan terhadap emas di Indonesia diperkirakan meningkat ke level tertinggi dalam empat tahun. Peningkatan permintaan itu terjadi setelah Indonesia sebagai konsumen terbesar di Asia Tenggara tersebut bergabung dengan India dan China meningkatkan pembeliannya akibat harga turun dan bertambahnya kelompok menengah. “Konsumsi kalung, galeng, dan cincin emas diperkirakan naik 40 metrik ton tahun ini,” ujar Iskandar Husin, Sekjen Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia.

Berdasarkan data Dewan Emas Dunia yang berbasis di London, angka itu menunjukkan peningkatan 30% dari 30,8 ton pada 2012, sekaligus yang terbesar sejak tercatat 41 ton pada 2009.

Harga emas turun akibat pasar lesu pada April setelah permintaan turun dan penjualan dari produk tersebut mencetak rekor, sehingga mendorong peningkatan pembelian dari India hingga China, dua negara konsumen terbesar dunia.“Perhiasan emas masih menjadi gaya hidup dan komoditas yang digunakan untuk menabung,” ujar Iskandar.

Menurutnya, pasar emas didorong oleh peningkatan produk domestik bruto dan wanita modern Indonesia yang mengikuti tren desain dan fesyen.

Dolar yang semakin menguat memang disebabkan karena Amerika telah berhasil keluar dari krisis yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Amerika juga berhasil mengurangi angka pengangguran disana sehingga mereka menarik stimulus yang sebelumnya diberikan kepada beberapa Negara di Asia. Dengan penarikan stimulus ini tentu sangat berdampak bagi keadaan ekonomi dan perdagangan di Asia sendiri.