Pasar Bergejolak, Summarecon Terbitkan Obligasi

Senin, 02/09/2013

NERACA

Jakarta- Meski pasar tengah bergejolak, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan segara menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun untuk memuluskan rencana akuisisi lahan. Manajemen perseroan bahkan mengaku telah mengantisipasi hal tersebut dengan kupon obligasi yang lebih tinggi.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki mengatakan, selain untuk mengakuisisi lahan, dana dari hasil penerbitan obligasi juga akan digunakan untuk mendukung modal kerja. Terlebih saat ini akan menggarap beberapa proyek, antara lain kota mandiri di Bandung, Jawa Barat dan Jakarta Selatan.

Penerbitan obligasi akan dilakukan melalui mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) untuk penawaran obligasi senilai Rp2 triliun pada 2013. “Tahap pertama kami akan mengeluarkan obligasi senilai Rp1 triliun,” katanya di Jakarta, kemarin.

Untuk penerbitan obligasi ini, perseroan telah menunjuk empat perusahaan sekuritas, yaitu PT Indopremier Securities, PT AAA Sekuritas, PT Makinta Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Rencananya, penerbitan obligasi akan dilakukan pada akhir November 2013, dan paling lambat Desember 2013.

Rencana akuisisi lahan ini telah disebutkan manajemen perseroan sebelumnya dalam pengembangan usahanya tahun ini. Tanah yang dibidik antara lain berada di Selatan Jakarta dan Bandung. Sayangnya dia tidak menyebutkan detil lokasi dan luas tanah yang diincar perusahaan dengan alasan masih dalam tahap due delligence. Adapun saat ini, total land bank Summarecon mencapai 1.300 ha. \"Land bank kami di Serpong sekitar 560 ha, sementara di Bekasi hingga tahap II mencapai 500 ha,\" kata Johanes.

Nantinya, tanah yang akan diakuisisi mencapai ratusan hektar (ha). Khusus untuk di lahan di Bandung, Summarecon akan mengambil dengan cara akuisisi langsung. Sementara untuk lahan di Selatan Jakarta dilakukan dengan membentuk perusahan patungan (joint venture/JV). \"Tentunya kita akan menjadi mayoritas kalau bentuk perusahaan patungan,\" ujarnya.

Sepanjang semester pertama 2013, perseroan mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan naik 76,76% menjadi Rp611,58 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp345,99 miliar. Kenaikan laba diikuti kenaikan pendapatan bersih sebesar 25,96% menjadi Rp1,92 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,52 triliun.

Beban pokok penjualan dan beban langsung perseroan naik menjadi Rp817,47 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp779,34 miliar. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp1,10 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp747,34 miliar. (lia)