Pasar Bergejolak, Summarecon Terbitkan Obligasi

NERACA

Jakarta- Meski pasar tengah bergejolak, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan segara menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun untuk memuluskan rencana akuisisi lahan. Manajemen perseroan bahkan mengaku telah mengantisipasi hal tersebut dengan kupon obligasi yang lebih tinggi.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki mengatakan, selain untuk mengakuisisi lahan, dana dari hasil penerbitan obligasi juga akan digunakan untuk mendukung modal kerja. Terlebih saat ini akan menggarap beberapa proyek, antara lain kota mandiri di Bandung, Jawa Barat dan Jakarta Selatan.

Penerbitan obligasi akan dilakukan melalui mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) untuk penawaran obligasi senilai Rp2 triliun pada 2013. “Tahap pertama kami akan mengeluarkan obligasi senilai Rp1 triliun,” katanya di Jakarta, kemarin.

Untuk penerbitan obligasi ini, perseroan telah menunjuk empat perusahaan sekuritas, yaitu PT Indopremier Securities, PT AAA Sekuritas, PT Makinta Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Rencananya, penerbitan obligasi akan dilakukan pada akhir November 2013, dan paling lambat Desember 2013.

Rencana akuisisi lahan ini telah disebutkan manajemen perseroan sebelumnya dalam pengembangan usahanya tahun ini. Tanah yang dibidik antara lain berada di Selatan Jakarta dan Bandung. Sayangnya dia tidak menyebutkan detil lokasi dan luas tanah yang diincar perusahaan dengan alasan masih dalam tahap due delligence. Adapun saat ini, total land bank Summarecon mencapai 1.300 ha. \\\"Land bank kami di Serpong sekitar 560 ha, sementara di Bekasi hingga tahap II mencapai 500 ha,\\\" kata Johanes.

Nantinya, tanah yang akan diakuisisi mencapai ratusan hektar (ha). Khusus untuk di lahan di Bandung, Summarecon akan mengambil dengan cara akuisisi langsung. Sementara untuk lahan di Selatan Jakarta dilakukan dengan membentuk perusahan patungan (joint venture/JV). \\\"Tentunya kita akan menjadi mayoritas kalau bentuk perusahaan patungan,\\\" ujarnya.

Sepanjang semester pertama 2013, perseroan mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan naik 76,76% menjadi Rp611,58 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp345,99 miliar. Kenaikan laba diikuti kenaikan pendapatan bersih sebesar 25,96% menjadi Rp1,92 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,52 triliun.

Beban pokok penjualan dan beban langsung perseroan naik menjadi Rp817,47 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp779,34 miliar. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp1,10 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp747,34 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik

NERACA Jakarta –Meskipun tahun depan dihantui sentimen politik, para pelaku properti menyakini industri properti masih tetap positif. Apalagi, properti masih…

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…