Kini, Layanan Pelabuhan Hingga Malam Hari

Kementerian keuangan sudah berupaya mengoptimalkan layanan di pelabuhan. Di antaranya mengaktifkan layanan ekspor impor hingga larut malam. Para pemangku kepentingan di kawasan pelabuhan belum menggunakan fasilitas di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) tersebut, padahal Ditjen Bea dan Cukai Tanjung Priok telah menambah 50 staf dari kantor pusat. \"Kami membuka pelayanan sampai malam, agar proses makin cepat, tidak ada \'long stay\' dan efisiensi di Tanjung Priok makin meningkat. Meskipun belum ada yang memanfaatkan, kami akan jaga terus hingga 23.00,\" tuturnya.

Mahendra mengatakan, Ditjen Bea dan Cukai telah membuka pelayanan hingga pukul 23.00 sebagai bagian dari instruksi Menteri Keuangan untuk mengatasi masalah lamanya waktu bongkar muat (dwelling time). Menurut dia, untuk mengatasi masalah dwelling time, Ditjen Bea dan Cukai telah memfasilitasi kerja sama antara operator pelabuhan dengan TPFT, serta melakukan pemindahan kontainer dari kawasan Tanjung Priok.

Saat ini, banyak truk kontainer telah memindahkan peti kemas yang longstay mulai dari 10 hari hingga setahun lebih, menuju tempat penampungan untuk memperlancar mobilisasi arus barang di kawasan pelabuhan. Pemindahan kontainer tersebut dilakukan setelah kesepakatan antara 14 pemangku kepentingan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang juga disaksikan oleh Mahendra.

Untuk mewujudkan arus barang yang berkualitas di kawasan Tanjung Priok, kata Mahendra, sangat dibutuhkan infrastruktur yang memadai, namun pemerintah berupaya melakukan pembenahan dari segi pelayanan dan proses bisnis dalam bidang kepabeanan. \"Kita melakukan perbaikan, karena saat ini, jangankan akses menuju Tanjung Priok, didalam pelabuhan pun terjadi macet. Untuk itu kita melakukan penugasan dari Menteri Keuangan sebagai efisiensi,\" ujar Mahendra.

Dia juga mengharapkan dengan upaya memperlancar proses pergerakan lalu lintas barang di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, proses dwelling time tidak lagi terhambat. \"Kami mengharapkan implementasi kesepakatan benar-benar diselesaikan sehingga masalah dwellling time dan kepadatan arus barang selesai dalam seminggu menjelang lebaran,\" kata Mahendra. (saksono)

BERITA TERKAIT

Depok Intensif Jadikan Sampah Usaha Potensi Ekonomis - Darurat Suplay 1200 Ton/Hari Sampah

Depok Intensif Jadikan Sampah Usaha Potensi Ekonomis Darurat Suplay 1200 Ton/Hari Sampah NERACA Depok - Pemerintah Kota Depok makin intensif…

BI Prediksi Neraca Perdagangan Surplus Hingga US$1 Miliar

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan terjadinya surplus neraca perdagangan pada Juni…

Dari 20%, Kandungan Biodiesel Ingin Ditambah Hingga 30%

    NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta kandungan nabati pada bahan bakar biodiesel ditingkatkan menjadi 30 persen…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Jangan Ada Lagi Duka di Lautan

Kecelakaan beruntun tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, pada 18 Juni, yang membawa penumpang sekitar 180-an…

Presiden: Kita Perlu Jaga Keselamatan Penumpang

Presiden Joko Widodo menyatakan akan memerintahkan Menteri Perhubungan untuk mengumpulkan para kepala dinas perhubungan di daerah untuk segera menyikapi peristiwa…

DPR: Kemenhub Harus Tingkatkan Pengawasan ASDP

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan Kementerian Perhubungan harus melakukan pengawasan lebih ketat terhadap moda transportasi pada angkutan sungai, danau,…