SSE Ciptakan Sarjana Pendidikan Profesional

Sabtu, 21/09/2013

Generasi baru pendidik Indonesia dengan tingkah laku, keahlian, pengetahuan, pemikiran yang kreatif, inovatif serta memiliki kemampuan penelitian yang kuat mutlak diperlukan guna menghadapi tantangan dan peluang dunia pendidikan abad 21 di Indonesia

NERACA

Pendidikan yang berkualitas merupakan kunci utama pembangunan bangsa, dan guru yang berkualitas merupakan faktor utama dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi demi mempercepat pembangunan nasional. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, peran guru tidak dapat dilepaskan dalam setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.

Profesional guru harus didukung oleh kompetensi yang standar yang harus dikuasai oleh para guru profesional. Kompetensi tersebut adalah pemilikan kemampuan atau keahlian yang bersifat khusus, tingkat pendidikan minimal, dan sertifikasi keahlia haruslah dipandang perlu sebagai prasarat untuk menjadi guru profesional

Menurut data UNESCO tahun 2011, Indonesia memiliki lebih dari 3,4 juta orang guru. Namun, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, hanya 16,9% atau 575.000 orang guru di Indonesia yang merupakan guru profesional atau telah memiliki sertifikasi.

Terkaithal tersebut, belum lama ini Sampoerna School of Education (SSE), institusi pendidikan tinggi di bawah naungan Putera Sampoerna Foundation (PSF), mewisuda 72 Sarjana Pendidikan yang kompeten dan profesional.Para lulusan Sampoerna School of Education memilikikemampuan berkomunikasi dengan dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, kemampuan penelitian ilmiah, keterampilanInformation and Communication Technologydan sikap inovatif, kreatif serta kepercayaan diri.

SSE didirikan untuk mencetak pendidik masa depan yang berkualitas tinggi dan kompeten melalui metode-metode yang inovatif dan kreatif. Upaya ini merupakan komitmen dari PSF untuk menciptakan pendidik dan pemimpin Indonesia yang berkualitas dalam menjawab tantangan kebutuhan guru di Indonesia.

Ya, tuntutan terhadap lulusan dan lembaga pendidikan yang bermutu semakin mendesak karena ketatnya persaingan dalam lapangan kerja. Mengantisipasi perubahan yang begitu cepat serta tantangan yang begitu besar dan kompleks, tiada jalan lain bagi lembaga pendidikan kecuali hanya mengupayakan segala cara untuk meningkatkan daya saing lulusan serta produk-produk akademik dan layanan lainnya, yang antara lain dicapai melalui peningkatan mutu pendidikan.

“Esensi sebuah pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara perlu diterapkan dalam pendidikan selanjutnya sehingga dalam mencetak para calon pemimpin di masa depan dapat diimplementasikan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan,” kata Director of Maarif Institute, Prof. Dr. Ahmad Safii Maarif dalam acara Seremoni Kelulusan Sampoerna School of Education di Jakarta belum lama ini.

Predikat mahasiswa terbaik diberikan kepada Nurchollis Ainunnajib (Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris) dan Namira Fatmanisa (Mahasiswi program studi Pendidikan Matematika). Kriteria pemberian predikat mahasiswa dan mahasiswi terbaik tersebut adalah dengan melihat pada keaktifan mahasiswa yang bersangkutan serta indeks prestasi kumulatif.

Nurcholis aktif di bidang sosial dan merupakan founder of Indonesia Disable Care Community (IDCC), adalah sebuah komunitas inklusif peduli disabilitas yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi antara penyandang dan nonpenyandang disabilitas. Selain itu, mahasiswi terbaik dari program studi Pendidikan Matematika, Namira yang mendapatkan IPK 3,97 juga merupakan seorang aktivis Youth Educator Sharing Network (Youth ESN).

Seiring dengan kelulusan mahasiswa angkatan pertamanya, SSE bertransformasi menjadi Fakultas Pendidikan, Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) yang merupakan universitas bertaraf internasional di bawah naungan Putera Sampoerna Foundation.

Mahasiswa mereka, akan dipersiapkan selama empat tahun untuk langsung terjun ke dunia kerja melaluiSchool Experience Program. Kami bangga bahwa lebih dari 67% wisudawan telah diterima bekerja di berbagai sekolah dan institusi pendidikan. Sebagian dari mereka juga ada yang memutuskan untuk menjadi wirausahawan. "Hal ini merupakan perwujudan salah satu nilai dasar dari Sampoerna School of Education, yaitu mengasah keterampilan wirausaha para mahasiswa,” ujarDekan Sampoerna School of Education, Johana Rosalina Kristyanti, Ph.D

MelaluiSchool Experience Program(SEP) para mahasiswa Sampoerna School of Education dapat merasakan pengalaman mengajar sesungguhnya di sekolah-sekolah. Program inidijalankan secara berkelanjutan dan terdistribusi dalam waktu 4 tahun danmerupakan satu-satunya model praktek pembelajaran yang dijalankan oleh sekolah tinggi keguruan di Indonesia. Program ini sejalan dengan kurikulum pendidikan 2013 yang mengedepankan peran serta aktif para anak didik dalam proses belajar mengajar.

“School Experience Programini membentuk para calon pendidik lulusan Sampoerna School of Education untuk menjadi individu yang percaya diri dengan kemampuan mengajar dalam bahasa pengantar Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, kompeten menggunakan teknologi pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar, memiliki kemampuan pemikiran yang kreatif, inovatif dan efektif, serta memiliki kemampuan penelitian yang kuat dan menjadi cendekiawan ungguldi antara rekan sejawat akademik mereka,” tambah Rosa