Walikota Melantik 18 Pejabat Eselon II dan III

Kota Sukabumi

Jumat, 30/08/2013

Sukabumi - Walikota Sukabumi .Muraz melantik 18 pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Pelantikan berlangsung di ruang utama Pemkot Sukabumi, Kamis (2/8). Adapun ke-18 pejabat yang dilantik tersebut diantaranya Adil budiman dyang dulu menjabat Asda III kini jabatan baru menduduki kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH), dan Beni Haerani dulu menjabat Dinas Pemuda, Pariwisata, Olahraga dan Ekonomi Kreatif kini menduduki Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi.

Usai pelantikan Muraz menjelaskan, dalam sistem birokrasi pemerintahan, pergantian kepemimpinan dalam berbagai unit kerja adalah hal yang lumrah terjadi. Hal ini sebagai akibat adanya pegawai yang telah memasuki masa purna bhakti, adanya promosi karena prestasi kerja, maupun sebagai tuntutan kebutuhan dari organisasi. “Bagi Pemerintah Kota Sukabumi, promosi dan mutasi jabatan adalah suatu kebutuhan, sekaligus merupakan bagian dari pembinaan karier di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS)”, kata dia.

Promosi dan mutasi jabatan kali ini tentunya sudah melalui proses dan prosedur yang benar melalui suatu penilaian yang bersifat normatif dari Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Selain bersifat normatif, khusus untuk pengisian jabatan eselon II, beberapa kriteria penting juga menjadi pertimbangan. Diantaranya, karakter, kepemimpinan, kesamaan visi, kreatifitas dan juga kecerdasan emosi. “Pelantikan ini benar-benar melalui proses dan tidak mengandung unsur politik “, terang Walikota.

Muraz juga mengingatkan, bahwa suatu jabatan tidak ada yang abadi. Suatu saat, cepat atau lambat, pasti kedudukan itu akan digantikan oleh yang lain. Terlebih lagi bagi yang sudah menduduki suatu jabatan eselon dengan rentang waktu empat tahun. Jangan terlena, siap-siap dimutasi ke tempat lain. Jangan berlama-lama di suatu jabatan eselon, karena hal itu tidak sehat, disamping akan berpengaruh pada kejenuhan psikis juga dari aspek tour of duty kurang baik, sebab pengenalan terhadap aspek pemerintahan dan wawasan kewilayahan menjadi minim.

“Saya mengharapkan agar jabatan yang ada ini diterima dan dibuktikan dengan kesungguhan untuk berbuat yang lebih baik. Serta untuk secara terus menerus mau belajar, menghayati tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta memahami berbagai aturan dan perundang-undangan. Upayakan seminimal mungkin untuk tidak melakukan keteledoran dalam tugas, apalagi yang mengarah kepada terbentuknya opini publik tentang buruknya birokrasi pemerintah,” tandasnya

Ketika ditanya mengenai masih adanya jabatan yang kosong yakni jabatan Direktur PD Waluya yang saat ini dijabat oleh pelaksana harian (PLH), Muraz mengatakan, saat ini jabatan di salah satu BUMD di Kota sukabumi tersebut, sedang dalam penelitian dan pertimbangan yang benar-benar matang dengan tujuan agar lebih baik lagi. “Saat ini kita sedang mempertimbangkan dan lebih teliti untuk menentukan jabatan di perusahaan daerah tersebut”, kata dia.