SUN Dibeli Asing, Capital Outflow Tak Terjadi

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk menilai bahwa tidak terjadinya dana asing keluar (capital outflow) yang signifikan disebabkan adanya pembelian Surat Utang Negara (SUN) oleh bank sentral asing (foreign central banks). \"Pembelian oleh foreign central banks inilah menyebabkan kepemilikan SUN oleh asing masih positif sebesar Rp17 triliun,\" kata Head of fixed-Income Research PT Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto di Jakarta, Kamis (29/8).

Menurut dia, pergerakan imbal hasil (yield) SUN juga dinilai sudah terbatas hingga akhir tahun ini. Pasalnya, pada kuartal IV 2013, kondisi ekonomi cenderung akan lebih kondusif seiring turunnya angka inflasi, potensi penurunan suku bunga dan permintaan SUN yang lebih rendah. Oleh karena itu, dirinya optimistis kondisi makro ekonomi Indonesia pada kuartal III 2013 juga membaik. Dia pun memproyeksikan yield SUN akan berada di level 8,6% akhir tahun ini dan 7,3% pada 2014 mendatang.

Proyeksi ini, lanjut Handy, menggunakan perbandingan pada 2008 lalu, di mana saat itu terjadi juga kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate, dan tekanan dolar AS terhadap nilai tukar rupiah.

\"Dengan sentimen tersebut, kenaikan tertinggi yield SUN diprediksi terjadi pada November 2013 mendatang,\" katanya. Handy juga optimistis bahwa dengan adanya dukungan investor domestik di pasar obligasi akan mampu menahan laju kenaikan yield yang lebih tinggi.

Pasalnya, lanjut dia, kontribusi investor domestik di pasar obligasi cukup signifikan. Sepanjang tahun ini, rata-rata volume transaksi oleh investor domestik sebesar Rp6.617 triliun. Kendati demikian, Handy mengemukakan pelaku pasar obligasi harus dapat mencermati risiko potensi penurunan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor’s. [lulus]

BERITA TERKAIT

Masifnya Penerbitan SBN Diklaim Tak Bikin Likuiditas Mengetat

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis anggapan bahwa masifnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sejak…

Pakar Hukum: Hakim Tak Bisa Vonis Bersalah Terdakwa Kasus BMG

Pakar Hukum: Hakim Tak Bisa Vonis Bersalah Terdakwa Kasus BMG NERACA Jakarta - Pakar hukum UI menilai majelis hakim tidak…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI : Posisi Kewajiban Investasi Internasional Meningkat

  NERACA Jakarta -  Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada akhir 2018 mencatat peningkatan net kewajiban, didorong oleh naiknya posisi Kewajiban…

Bank Diminta Agresif Kucurkan Kredit

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta industri perbankan untuk lebih ekspansif dalam mengucurkan kredit sejak awal 2019 guna…

BNI Dorong Generasi Milenial Miliki Rumah

  NERACA Surabaya - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong kaum milenial untuk mempunyai rumah melalui kemudahan sistem perbankan, salah…