Pasca Kenaikan BI Rate, IHSG Mulai Konsolidasi

Jumat, 30/08/2013

NERACA

Jakarta – Kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) sebesar 50 basis poin menjadi 7% mendapatkan apresiasi dari pelaku pasar. Kondisi ini menjadi sentimen positif terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup menguat 77,118 poin (1,92%) ke level 4.103,593. Sementara Indeks LQ45 menanjak 15,032 poin (2,26%) ke level 680,013.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, kenaikan indeks BEI sebagai respon positif pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan tingkat suku bunga acuan, “Bank Indonesia melangsungkan RDG darurat di tengah ancaman tingginya inflasi bulanan serta nilai tukar rupiah yang terus melemah,"ujarnya di Jakarta, Kamis (29/8).

Meski demikian, lanjut dia, pergerakan indeks saham akan dipengaruhi oleh perkembangan kondisi geopolitik di Timur Tengah menyusul wacana AS akan menyerang Suriah. Oleh karena itu, pergerakan indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak konsolidasi di kisaran 4.060-4.140 poin.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, penguatan IHSG juga didorong oleh penguatan bursa saham regional, secara teknikal penguatan pada Kamis ini cukup untuk menunjukkan arah pergerakan selanjutnya, “Indeks BEI akhir pekan diproyeksikan akan menuju 4.330 poin, bila kenaikan secara 'intraday' menembus 4.125 poin,”ungkapnya.

Pada perdagangan kemarin, laju IHSG sempat melambat. Namun aksi beli jelang penutupan pasar membawa indeks BEI ditutup menguat dan ke posisi tertingginya. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa akhirnya kompak menguat. Investor domestik lagi-lagi mendominasi aksi beli di tengah aksi jual investor asing.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 215.813 kali pada volume 5,344 miliar lembar saham senilai Rp 6,552 triliun. Sebanyak 199 saham naik, sisanya 67 saham turun, dan 83 saham stagnan. Bursa-bursa regional menutup perdagangan dengan variatif cenderung menguat. Hanya bursa saham China yang melemah sendirian di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.950 ke Rp 37.450, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.500 ke Rp 63.500, Matahari (LPPF) naik Rp 800 ke Rp 12.200, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 800 ke Rp 30.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 11.950, Inovisi (INVS) turun Rp 250 ke Rp 1.000, Jasa Marga (JSMR) turun Rp 200 ke Rp 5.350, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 200 ke Rp 4.750.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 17,917 poin (0,44%) ke level 4.044,392. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,541 poin (0,38%) ke level 667,522. Indeks sempat menanjak ke level tertingginya di 4.097,681, namun setelah itu lajunya sedikit melambat tapi masih bertahan di zona hijau. Saham-saham unggulan masih jadi incaran investor.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 122.024 kali pada volume 2,664 miliar lembar saham senilai Rp 3,084 triliun. Sebanyak 150 saham naik, sisanya 87 saham turun, dan 73 saham stagnan. Bursa-bursa Asia tak lagi kompak menguat hingga sesi pertama setelah bursa saham China jatuh ke zona merah.

Pelaku pasar regional masih lakukan aksi beli didorong sentimen penguatan pasar global kemarin. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.000 ke Rp 64.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.050 ke Rp 19.100, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 750 ke Rp 10.050, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 36.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 700 ke Rp 6.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 11.950, Adira Multifinance (ADMF) turun Rp 400 ke Rp 7.500, dan Panin Sekuritas (PANS) turun Rp 275 ke Rp 4.000.

Penguatan yang sama juga terjadi diawal perdagangan, dimana indeks BEI dibuka naik 15,02 poin atau 0,37% ke posisi 4.041,49. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,82 poin (0,57%) ke level 668,80. Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung mengatakan, pelaku pasar sudah mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, “Ekspektasi RDG BI itu, kenaikan suku bunga acuan atau BI rate untuk mengurangi tekanan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," jelasnya.

Dia menambahkan, kembali positifnya IHSG juga didorong dari minimnya sentimen negatif baru dan penguatan "Exchange Traded Fund" (ETF) Indonesia di bursa AS kemarin. Disisi lain, belum adanya fundamental yang berubah untuk mengubah arah pasar, IHSG masih akan bergerak dalam volatilitas yang tinggi. Investor masih 'wait and see' atas apa yang akan diambil BI serta Pemerintah menghadapi gejolak krisis seperti saat ini.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 105,16 poin (0,49%) ke level 21.629,81, indeks Nikkei-225 naik 85,18 poin (0,64%) ke level 13.423,61, dan Straits Times menguat 20,35 poin (0,67%) ke posisi 3.024,40. (bani)