Gaya Hidup Tidak Sehat Masyarakat Indonesia

Pola Makan yang Tidak Teratur

Sabtu, 07/09/2013

Pola makan masyarakat yang tidak teratur dan tidak memperhatikan manfaat untuk kesehataan menunjukkan masyarakat Indonesia mulai mengarah kepada gaya hidup tidak sehat. Apalagi tingkat konsumsi kacang-kacangan, sayuran, dan buah yang masih rendah.

NERACA

Kehidupan masyarakat Indonesia kini memang mulai mengarah kepada gaya hidup yang tidak sehat. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Harian Direktur Bina Gizi Kementrian Kesehatan, M. Nasir di Jakarta, beberapa waktu lalu. Karena itu, ia menambahkan, masyarakat Indonesia harus meningkatkan gaya hidup sehat.

“Kita harus memperhatikan apakah makanan yang dikonsumsi memiliki gizi yang seimbang dan berkualitas atau tidak?" Tutur Nasir.

Kecenderungan masyarakat Indonesia mulai mengarah kepada gaya hidup tidak sehat, menurut Nasir, terlihat dari data konsumsi lemak yang mencapai hingga 116% dan tidak berimbang dengan konsumsi kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.

Sementara itu, masih menurut Nasir, aktivitas fisik masih rendah, hanya 84,9% sehingga terjadi berbagai kasus obesitas dan munculnya penyakit degeneratif pada usia produktif seperti hipertensi, jantung, diabetes dan sebagainya.

Di lain pihak, anggota bidang Kemitraan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi Marudut Sitompul mengatakan kelebihan gizi juga dapat mengakibatkan kematian. Marudut mengatakan, kemampuan metabolisme seseorang berbeda-beda sehingga perlu mengukur diri sendiri dalam mengonsumsi makanan, dan kelebihan makanan dapat mengganggu proses metabolisme yang seharusnya bisa diubah menjadi energi.

"Kondisi demikian pada akhirnya menimbulkan berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, bahkan dapat menimbulkan radikal bebas yang mengganggu pertumbuhan sel," jelas Marudut.

Tekanan atau stres dalam pekerjaan juga dapat menjadi memicu gangguan metabolisma dalam tubuh sehingga muncul berbagai penyakit tersebut, sedangkan obesitas menjadi persoalan masyarakat perkotaan akibat pola makan salah dan kurangnya aktivitas. "Karena itu perlu disiplin dari diri sendiri untuk menjaga konsumsi makanan dan minuman," kata Marudut.

Sedangkan ahli kesehatan Lia Listiawaty mengatakan, masyarakat yang telanjur mengalami obesitas dapat menurunkan berat sampai tinggal ideal secara aman, dengan mengonsumi nutrisi yang cukup.

“Kita harus dapat mengukur kalori yang dikeluarkan dalam beraktivitas dengan kandungan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kalau kelebihan atau kekurangan akan berdampak buruk bagi tubuh,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Herbalife Indonesia Andam Dewi mengatakan, sebagai perusahaan nutrisi internasional perusahaan memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan tubuh yang ideal dan sehat. Herbalife, kata dia, merupakan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel di dalam tubuh sehingga bobot ideal dapat dicapai dengan aman.

“Secara fisik kita dapat melihat wajah sesorang, apakah tengah menjalankan diet yang benar dan sehat atau tidak sehat. Kalau terlihat tua dan tirus berarti ada yang salah,” paparnya.

Andam mengatakan, Herbalife memiliki produk F1 untuk menjamin ketersediaan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, kemudian teh Guarana guna menjaga kesegaran dan sari lidah buaya membersihkan usus. “Kalau usus kita bersih maka penyerapan nutrisi ke dalam darah untuk member makan sel tubuh juga berjalan lancar dan metabolism terjaga,” ujarnya.