BEI Bantah Buyback Saham Bikin Rugi

NERACA

Jakarta – Penilaian sebagian pelaku pasar terkait seruan buyback saham oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menimbulkan sentimen negatif hingga rugi bila dilakukan ditengah anjloknya harga saham, membuat Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito angkat bicara dan membantah, sejauh ini belum ada emiten rugi karena melakukan buyback saham.

Dia menambahkan, sejauh ini banyak pemberitaan yang menggambarkan adanya ketidakpahaman tentang kebijakan buy back saham. Pada akhirnya banyak yang melakukan kesalahan karena tidak memahami secara komprehensif kebijakan yang diharapkan dapat mengangkat kembali kinerja IHSG, “Banyak pihak tak pahami buy back saham dengan baik sehingga komentar diluar koridor. Buy back saham itu hanya dilakukan oleh emiten atas saham emiten bersangkutan. Setiap manajemen melihat harga saham di pasar lebih rendah dari riil pasti mereka putuskan buy back nanti butuh modal mereka akan jual lagi, “kata Ito di Jakarta, Rabu (28/8).

Ito juga membantah, bila buy back saham yang dilakukan oleh perusahaan BUMN dan telah melantai di pasar modal akan merugikan negara, termasuk emitan BUMN itu sendiri. Padahal, hal itu tidak akan terjadi, bahkan langkah itu akan baik mendorong IHSG untuk menguat dan juga baik bagi perusahaan BUMN yang sudah melantai di pasar modal.“Nah, ada yang bilang merugikan negara kalau BUMN lakukan itu. Tentu saya katakan tidak, karena sahamnya masuk treasury stock BUMN atau emiten bersangkutan. Jadi, bukan suruh orang lain lakukan buy back“,ujar dia.

Sementara Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida menegaskan,

terkait pembelian saham kembali (buy back) bukanlah suatu kondisi krisis. Pasalnya, saat ini banyak emiten yang memiliki fundamental yang kuat dan sangat mendukung kondisi ekonomi saat ini.

Dia menuturkan, sebelumnya tahun 2008 pernah terjadi krisis, namun kondisinya berbeda, saat itu hampir 50% kinerja emiten mengalami penurunan, “Beda dengan 2008 dulu kinerja emiten turun tapi sekarang kondisi emiten bagus, terlihat dari harga sahamnya juga tinggi dan pertumbuhan ROE (return on Equities) yang bagus,\" jelasnya.

Namun menurutnya, saat ini beberapa emiten menduga bahwa rencana buy back tersebut hanya boleh dilakukan BUMN, padahal rencana buy back dapat dilakukan oleh semua emiten. Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan menginformasikan kepada seluruh emiten. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Divestasi Leo Resouces dan Lion Nickel - Leo Investment Minta Restu Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Lantaran tidak melakukan penjualan hingga menyebabkan kesulitan keuangan dalam dua tahun belakangan, mendorong PT Leo Investment Tbk…

Mansek Unggulkan Saham Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta- PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan sektor manufaktur memiliki prospek paling positif tahun ini. Hal ini didasarkan beralihnya fokus ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…