Indeks Menguat, Diharapkan Bukan Sinyal Palsu

Dampak Wacana BuyBack Saham

Kamis, 29/08/2013

NERACA

Jakarta- Menguatnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/7) sebesar 1,4% di level 4026,48 pasca empat hari berturut-turut berada di zona merah diharapkan menjadi sinyal positif. Diperkirakan, pada perdagangan berikutnya IHSG akan berada pada support 3825-3910 dan resistance 4040-4065. “Diharapkan sinyal penguatan ini bukanlah sinyal palsu dan diharapkan tidak digunakan untuk profit taking sesaat agar IHSG dapat mencoba mempertahankan laju reboundnya. ” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (28/8).

IHSG, sambung dia, berpola menyerupai piercing line di atas lower bollinger bands (LBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William’'s %R, dan Stochastic mencoba upreversal dari area oversold. Meskipun, ada kekhawatiran akan terjadi penurunan lanjutan saat menembus target support 3942-3958, namun akhirnya dapat melampaui level 3989-3998 yang menjadi target resistance IHSG. “Jelang penutupan IHSG mulai terjadinya dorongan beli sehingga IHSG mampu rebound.” ucapnya.

Laju bursa saham Asia, kata dia, masih berada di zona merah seiring meningkatnya kekhawatiran akan ketegangan politik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) ikut campur dalam politik di Suriah. Begitu juga bursa saham Eropa yang masih melemah sampai dengan saat ini setelah terjadinya sentimen aksi jual di pasar global dan perkembangan rencana AS terhadap Suriah. Namun, sepanjang perdagangan tercatat, IHSG sempat menyentuh level 3837,74 yang menjadi level terendahnya di awal sesi dua, namun akhirnya berhasil ditutup di level 4026,48. Investor asing tercatat masih melakukan nett sell Rp1,1 triliun.

Bagi Reza, pada perdagangan Kamis (28/8) pelaku pasar dapat mempertimbangkan untuk menerapkan strategi trading buy pada beberapa saham, antara lain MNCN, WIKA, BSDE, TLKM. Saham MNCN, memiliki target support 2325-2500 dan resistance 2725-2775 berpola piercing line di atas lower bollinger bands (LBB). Stochastic upreversal. Sementara target support saham WIKA di level 1330-1410 dan resistance 1690-1720, berpola bullish engulfing. RSI mencoba rebound.

Untuk target support saham BSDE di level 1160-1210 dan resistance 1250-1310 berpola inverted hammer di LBB . Adapun trading buy pada saham TLKM dengan proyeksi target support 1970-2100 dan resistance 2300-2425, “Lower spinning pada LBB .” ujarnya.

Menurut dia, adanya berita persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap rencana buy back saham dari beberapa emiten, cukup direspon positif meski implementasinya belum terlihat. Dalam aturan buy back saham ini, pihak otoritas sebelumnya menegaskan akan memberikan kemudahan bagi emiten atau perusahaan publik dalam melakukan pembelian kembali sahamnya.

Aturan baru buy back saham dimaksudkan guna mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Beberapa emiten pun menyambut positif dan menyampaikan niatnya melakukan aksi korporasi tersebut. Sebut saja, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang mengaku tengah mempelajari ketentuan tentang aturan buy back saham.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo A. Joe sebelumnya mengatakan, langkah buy back dapat mengangkat harga saham. Meski demikian, emiten dapat melakukan buy back minimal 25%, misalkan dari jumlah saham yang beredar di pasar sekitar 40%, “Kalau buyback saham hanya sekitar 5%-10% dinilai tak terlalu pengaruh,” ujarnya. (lia)