Primus Child Foundation Bangun Perpustakaan di Cipanas

Peduli Pendidikan Anak

Sabtu, 07/09/2013

Perkembangan perpustakaan di Indonesia tidak terlepas dari upaya, kebijakan, dan kemampuan pemerintah, serta kepedulian pihak yang terkait. Mesti perlu diakui bahwa pemerintah telah berbuat banyak, namun dirasakan belum optimal. Hal itu antara lain dicerminkan dengan sulitnya menemukan perpustakaan yang bagus di desa terpencil.

Karena itu, Primus Child Foundation didukung oleh donasi dari FX Primus Ltd, firma pialang internasional itu menandatangani MoU dengan Yayasan Usaha Mulia (YUM) Indonesia untuk mendukung Community Library Project (Proyek Perpustakaan Masyarakat) di Cipanas, Jawa Barat.

“Karena membaca bukan bagian penting budaya desa, sulit untuk menemukan perpustakaan yang bagus disekitar Bandung, apalagi di desa kecil seperti Cipanas. Seiring majunya dunia, ketakutan terhadap ketertinggalan merupakan ancaman nyata bagi desa yang masih menganggap pendidikan sebagai kemewahan alih-alih kewajiban. Hal tersebut menjadi dasar pembentukan perpustakaan masyarakat YUM,” ujar Wali Primus Child Foundation Kaviraj Rookny

Perpustakaan pertama Cipanas tersebut berkat kerjasama dengan Yayasan Usaha Mulia. Tujuannya, untuk menyediakan buku dan pendidikan berkualitas bagi anak-anak di lingkungan tersebut. Karena, mayoritas penduduk Cipanas terdiri dari petani dan buruh kontrak yang tidak mampu membiayai pendidikan dan buku.

Program berkelanjutan telah direncanakan untuk dilaksanakan bersama YUM sejak September 2012 silam. MOU bertempo satu tahun tersebut adalah bagian dari misi Primus Child Foundation untuk menambah koleksi buku perpustakaan anak YUM. Primus Child Foundation juga mendirikan taman kanak-kanak dan perpustakaan mainan bagi tunas muda Cipanas.

“Primus Child Foundation sangat bangga akan kemitraan baru ini dan tidak sabar untuk membuat perbedaan dengan langkah awal ini di Indonesia,” kata dia.

Primus Child Foundation juga mensponsori kegiatan tahunan YUM Creativity Day bagi anak-anak. Kegiatantersebut bertujuan untuk membentuk dan menstimulasi pikiran anak-anak sedini mungkin dan mempertahankan kondisi fisik anak masa pertumbuhan

“Kegiatan tersebut juga menumbuhkan prilaku sosial, mendorong anak untuk berekspresi bebas, mengasah perkembangan motorik melalui tari dan musik, mengembangkan kreativitas melalui seni dan kerajinan, mengajarkan kebersihan diri dengan membiasakan menyikat gigi dan mencuci tangan, serta mengembangkan kepintaran kognitif melalui penceritaan, penulisan, dan kefasihan berbahasa Inggris,” tambah Kaviraj

YUM Creativity Day adalah serangkaian kegiatan untuk lebih dari 150 siswa SD dan SMU berusia 3 hingga 16 tahun yang mencakupgames,dance,fashion show, dan kegiatan kreatif.