OJK Pastikan Minat Emiten Buyback Besar

NERACA

Jakarta – Sepekan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan aturan baru soal pembelian kembali saham atau buyback dengan tanpa persetujuan RUPS, tercatat sudah ada tiga emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengajukan buy back,” \\\"Saat ini yang minat sudah ada tiga perusahaan BUMN, namanya perusahaannya belum bisa disebutkan,\\\" kata Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta, Rabu (28/8).

Dia menuturkan, OJK akan terlebih dahulu memberikan pengetahuan terkait cara dan peraturan buyback sebelum emiten melakukan buyback,. Nantinya, informasi soal tentang buyback tidak hanya diberikan pada perusahaan BUMN, tetapi juga perusahan swasta.

Sementara CEO Grup MNC, Hary Tanoesoedibjo menambahkan, pihaknya mendukung aturan baru OJK soal buyback saham. Oleh karena itu, dia mengungkapkan, ada perusahaan grup MNC yang akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback, “Minimal ada tiga perusahaan yang buyback, karena itu perusahaan yang punya uang cukup banyak untuk melakukan buyback,\\\" kata Hary.

Dia menyebutkan, ketiga perusahaan tersebut adalah PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), dan PT MNC Investama Tbk (BHIT). Sedangkan, emiten lainnya di bawah bendera GRUP MNC tidak melakukan buyback karena faktor pendanaannya yang belum kuat.

Namun, Hary belum bisa menyebutkan anggaran yang disediakan dari ketiga emiten tersebut untuk melakukan buyback. \\\"Nilainya harus rapat dengan direksi masing-masing perusahaan. Lalu, kalau sudah buyback harganya naik banyak, tentunya kami akan berhenti,\\\" tandasnya.

Sebagai informasi, akhir pekan lalu OJK mengeluarkan peraturan OJK Nomor 02/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan. Dalam aturan tersebut, disebutkan perusahaan dapat membeli kembali sahamnya sampai batas maksimal 20% dari modal disetor tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebelumnya, beberapa emiten properti menegaskan belum berencana melakukan buyback saham terkait aturan baru yang dilirik OJK. Sebut saja, PT Intiland Development Tbk (DILD). Perusahaan properti ini masih mengkaji buyback akan dampak untung ruginya terhadap perseroan.

Executive Director Capital and invesment Management PT Intiland Development, Archied Noto Pradono mengatakan, pihaknya masih mengkaji buyback saham, “Kita masih kaji untuk buyback saham, tetapi untuk saat ini masih akan optimalisasi kinerja,”katanya.

Hal yang sama juga dilakukan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang menunda aksi korporasi buyback saham seperti yang diimbau OJK kepada emiten-emiten BUMN. Direktur Keuangan PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santosa mengungkapkan, harga tersebut sedang mengalami undervalue, namun menurutnya hingga saat ini perseroan belum berencana untuk melakukan buy back seperti wacana OJK, “Kami belum ada rencana buy back, baru diwacanakan, kita masih lihat pasar dan timing-nya,\\\" ungkapnya.

Menurutnya, aksi buy back tersebut tidak menjadi jaminan membuat harga saham lebih stabil dan bisa jadi setelah buy back tapi harga sahamnya tetap turun karena animo sentimen negatif di pasar masih deras, “Kita tunggu waktu yang tepat, hal itu kan susah diprediksi, setelah buy back tetap turun, nanti dimarahin shareholders,\\\"kata Tulus. (bani)

Related posts