Dongkrak Pendapatan, Trisula Akuisisi Brand Australia

Investasikan Dana Rp 20 Miliar

Kamis, 29/08/2013

NERACA

Jakarta – Berkah mencatatkan kinerja keuangan di semester pertama tumbuh positif, memicu PT Trisula Internasional Tbk (TRIS) untuk terus agresif melakukan ekspansi bisnis. Tahun ini, perseroan menambah koleksi lisensi merek di bisnis fashion dengan membawa masuk satu brand terkemuka asal Australia, BONDS. Dengan demikian koleksi merek yang dipasarkan TRIS baik di dalam negeri maupun berorientasi ekspor menjadi 6 merek yakni; BONDS, G2000, JOBB, Jack Ncklaus, UniAsia, dan Man Club.

Kata Direktur Utama PT Trisula Internasional Tbk, Lisa Tjahjadi, untuk memasarkan BONDS, perseroan telah menyiapkan investasi sekitar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar, “Itu bertahap untuk 2 hingga 3 tahun ke depan, yakni untuk pembangunan toko dan produknya,"kata Lisa di Jakarta, Rabu (28/8).

Disebutkan, dalam perjanjian pemasaran produk BONDS selama 1 tahun pertama harus menjual produk yang dimpor langsung dari Australia. Itu artinya, perseroan harus beli dahulu dari sana dan selanjutnya akan dibuka kemungkinan untuk menggunakan manufacturing lokal.

Kata Lisa, penjualan BONDS diprediksi akan memberi kontribusi yang masih kecil terhadap pendapatan perseroan. Hal ini dikarenakan pemasaran yang singkat di akhir tahun, sehingga BONDS akan aktif memberi kontribusi pendapatan pada 2014 mendatang. Ditahun ini, perseroan berencana membuka empat gerai. Namun untuk saat ini belum dapat memberikan konfirmasi lokasi gerai tersebut, hal ini disebabkan perseroan masih mencari tempat yang strategis dan masih kesulitan menemukan lokasi yang tepat di pusat perbelanjaan.

Adapun biaya akuisisi BONDS diambil dari capital expenditure (capex) semester kedua yang diperkirakan sekira 40% dari total capex 2013. Sebelumnya, perseroan sudah membelanjakan capex di semester pertama tahun ini sebesar 60%, termasuk manufacturing dan buka toko baru dengan nilainya sebesar Rp 20 miliar.

Manajemen perseroan berencana akan membuka 60 gerai BONDS dalam lima tahun mendatang. Menurut Sekretaris Perusahaan Marcus Brotoatmodjo, pihaknya melihat potensi merek BONDS akan sangat menarik bagi kalangan keluarga, karena lini produk tersebut cenderung family-oriented dimana produk bagi tua dan muda baik pria dan wanita hingga anak-anak tersedia di BONDS.

Tercatat sampai dengan Juni 2013, perseroan memiliki total gerai penjualan sebanyak 268 gerai yang tersebar di pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan bisa menambah menjadi 280 gerai.

Kinerja Keuangan

Sepanjang semester pertama tahun ini, penjualan bersih PT Trisula Internasional Tbk meningkat 27,4% menjadi Rp317,3 miliar dari periode yang sama 2012 yang sebesar Rp249,1 miliar. Laba kotor tercatat mencapai Rp78,9 miliar, naik 22 persen dari posisi yang sama di 2012 yang sebesar Rp 64,8 miliar.

Penjualan yang meningkat ini dikarenakan sejak tahun lalu dan sepanjang semester pertama tahun ini TRIS telah membuka sejumlah toko baru.“Jadi over all ada perbaikan, ada pertumbuhan gerai. Harapan kita di Des 2013 toko kita sudah ada 280 lokasi,”kata Direktur PT Trisula Internasional Tbk, Rudolf Simarmata.

Dengan ekpansi pemasaran yang cukup giat, tentu membutuhkan biaya operasional yang besar. Apalagi dilakukan di saat kondisi makro yang kendati secara fundamental mendukung, namun ada sejumlah kebijakan yang mempengaruhi. Seperti kenaikan UMR Jakarta lebih dari 40%, kenaikan TDL sekitar 5% yang berdampak pada biaya sewa, service charge, dan biaya operasional lainnya terkait dengan ekspamsi usaha yang sedang berjalan.

Kemudian untuk laba bersih perseroan di semester pertama tahun ini, terkoreksi 5% dari RP 12,8 miliar di periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 12,1 miliar di periode ini. Tetapi, laba bersih sebelum performa meningkat sebesar Rp 92%, yakni dari Rp6,3 miliar pada semester pertama 2012 menjadi Rp12,1 di semester kedua 2013. Sementara laba per saham meningkat 35,3% menjadi Rp12,1 per sama dari Rp8,9 per saham.

Disamping itu, perseroan juga mencatat pertumbuhan penjualan retail dan ekspor yang cukup signifikan. Disebutkan penjualan reail tercatat sebesar Rp 45 miliar sepanjang semester pertama tahun ini, naik dari posisi yang sama tahun lalu yang sebesar RP 28 miliar. (nurul)