free hit counter

Bank Maspion Akan Rilis Layanan Baru

Agresif Himpun Dana

Kamis, 29/08/2013

NERACA

Jakarta-Tak kehabisan akal bersaing menghimpun dana pihak ketiga, perusahaan yang bergerak di industri perbankan akan berupaya menerapkan strategi bisnis terbaiknya. Salah satunya, meningkatkan pelayanan dengan menawarkan kemudahan akses kepada nasabah. Sebut saja, PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), emiten perbankan yang belum lama ini mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa.

Rencananya, perseroan akan melakukan soft launching layanan Maspion Electronic Banking pada 2 September 2013. Layanan ini nantinya terdiri dari layanan internet banking dan mobile banking kepada karyawan perseroan dan karyawan grup usaha perseroan. “Tujuan perseroan untuk meluncurkan layanan Maspion Electronic Banking tersebut adalah meningkatkan layanan kepada Nasabah.” kata Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/8).

Menurut dia, ini menjadi salah satu strategi bisnis dalam rangka meningkatkan penghimpunan dana maupun meningkatkan jumlah nasabah. Dalam rencana bisnisnya, perusahaan menargetkan dapat memiliki modal inti sebesar Rp1 triliun-Rp5 triliun pada 2016 seiring pelepasan saham perseroan ke publik. Diharapkan, perseroan bisa termasuk dalam kelompok Bank Umum Kelompok Usaha II sesuai kebijakan Bank Indonesia.

Saat ini pihaknya mencatat memiliki modal Rp380 miliar dan masih termasuk ke kelompok BUKU I atau bank umum yang memiliki modal inti mulai dari Rp100 miliar sampai di bawah Rp1 triliun. “Per tahun, diharapkan modal bisa bertambah Rp300 miliar, jadi perseroan bisa masuk BUKU II pada 2016 sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia,” jelasnya.

Meskipun perolehan dana yang diraih perseroan dalam pelaksanaan IPO tidak optimal, perseroan optimistis dapat mencukupi biaya yang diperlukan untuk pengembangan usaha dalam hal penyaluran kredit. Pihaknya mencatat, sepanjang semester pertama tahun ini total penyaluran kredit Bank Maspion tercatat Rp2,81 triliun, naik 4,46% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,69 triliun. Adapun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp3,34 triliun, naik 11,71% dari Rp2,99 triliun pada Desember 2012.

Sementara, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross berada pada level 0,69% dan NPL net 0,67%. Net interest margin (NIM) sebesar 4,83%. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat 89,63%. Adapun rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) 83,85%.

Laba bersih yang dicatatkan perseroan sepanjang semester pertama 2013 mencapai Rp13,65 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,08 miliar. Kenaikan tersebut seiring dengan kenaikan pendapatan bunga bersih yang naik menjadi Rp73,6 miliar, naik 17,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp62,64 miliar. Beban operasional selain bunga bersih perseroan menjadi Rp55,57 miliar dari sebelumnya Rp48,17 miliar. Adapun total aset yang dicatatkan mencapai Rp3,82 triliun dengan posisi kas dan setara kas Rp62,16 miliar. (lia)