Bank Maspion Akan Rilis Layanan Baru - Agresif Himpun Dana

NERACA

Jakarta-Tak kehabisan akal bersaing menghimpun dana pihak ketiga, perusahaan yang bergerak di industri perbankan akan berupaya menerapkan strategi bisnis terbaiknya. Salah satunya, meningkatkan pelayanan dengan menawarkan kemudahan akses kepada nasabah. Sebut saja, PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), emiten perbankan yang belum lama ini mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa.

Rencananya, perseroan akan melakukan soft launching layanan Maspion Electronic Banking pada 2 September 2013. Layanan ini nantinya terdiri dari layanan internet banking dan mobile banking kepada karyawan perseroan dan karyawan grup usaha perseroan. “Tujuan perseroan untuk meluncurkan layanan Maspion Electronic Banking tersebut adalah meningkatkan layanan kepada Nasabah.” kata Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/8).

Menurut dia, ini menjadi salah satu strategi bisnis dalam rangka meningkatkan penghimpunan dana maupun meningkatkan jumlah nasabah. Dalam rencana bisnisnya, perusahaan menargetkan dapat memiliki modal inti sebesar Rp1 triliun-Rp5 triliun pada 2016 seiring pelepasan saham perseroan ke publik. Diharapkan, perseroan bisa termasuk dalam kelompok Bank Umum Kelompok Usaha II sesuai kebijakan Bank Indonesia.

Saat ini pihaknya mencatat memiliki modal Rp380 miliar dan masih termasuk ke kelompok BUKU I atau bank umum yang memiliki modal inti mulai dari Rp100 miliar sampai di bawah Rp1 triliun. “Per tahun, diharapkan modal bisa bertambah Rp300 miliar, jadi perseroan bisa masuk BUKU II pada 2016 sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia,” jelasnya.

Meskipun perolehan dana yang diraih perseroan dalam pelaksanaan IPO tidak optimal, perseroan optimistis dapat mencukupi biaya yang diperlukan untuk pengembangan usaha dalam hal penyaluran kredit. Pihaknya mencatat, sepanjang semester pertama tahun ini total penyaluran kredit Bank Maspion tercatat Rp2,81 triliun, naik 4,46% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,69 triliun. Adapun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp3,34 triliun, naik 11,71% dari Rp2,99 triliun pada Desember 2012.

Sementara, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross berada pada level 0,69% dan NPL net 0,67%. Net interest margin (NIM) sebesar 4,83%. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat 89,63%. Adapun rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) 83,85%.

Laba bersih yang dicatatkan perseroan sepanjang semester pertama 2013 mencapai Rp13,65 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,08 miliar. Kenaikan tersebut seiring dengan kenaikan pendapatan bunga bersih yang naik menjadi Rp73,6 miliar, naik 17,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp62,64 miliar. Beban operasional selain bunga bersih perseroan menjadi Rp55,57 miliar dari sebelumnya Rp48,17 miliar. Adapun total aset yang dicatatkan mencapai Rp3,82 triliun dengan posisi kas dan setara kas Rp62,16 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Pertamina-Rosneft Akan Bangun Kilang Minyak di Tuban

NERACA Jakarta – PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan energi Rusia, Rosneft Oil Company akan membangun sekaligus mengoperasikan kilang minyak yang…

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi - Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City NERACA Jakarta – Perjalanan bisnis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…